Liputan6.com, Moskow: Toyota Motor Corporationn berencana akan memperluas kapasitas produksi model-model terbarunya, termasuk Land Cruiser Prado, di Rusia dengan membentuk perusahaan gabungan di Vladivostok, Rusia. Seperti dilansir Insideline.com, Senin (21/2), Toyota akan bergabung dengan perusahaan Jepang lainnya, Mitsui Corp., dan perusahaan Rusia, Sollers.
Produksi massal, yang diharapkan akan diluncurkan di pabrik Vladivostok milik Sollers, akan difokuskan seperti rencana awal hanya akan memproduksi satu model saja, yakni Toyota Land Cruiser Prado, dikarenakan model ini sangat cocok dengan medan dan suhu di Rusia. Toyota juga sudah memiliki pabrik produksi di dekat St. Petersburg. Namun, pabrik Rusia itu hanya mengkhususkan diri dalam perakitan sedan Camry, dengan total volume 20.000 mobil per tahunnya.
Pada tahap awal, Toyota dilaporkan sudah siap untuk berinvestasi beberapa juta dolar untuk memodernisasi pabrik Sollers. Estimasi baru produksi kendaraan Toyota juga tidak akan melebihi 30.000 mobil per tahunnya, dengan sebagian besar dari hasil produksi diharapkan akan dijual di pasar Rusia. Sementara untul kiriman ke kawasan Eropa Rusia akan dilakukan melalui Kereta Api Trans-Siberian.
Menurut surat kabar bisnis Jepang, Nikkei, Toyota mempertimbangkan pelebaran sayapnya hingga ke Rusia ini karena dianggap sebagai kawasan yang menjanjikan untuk pengembangan lebih lanjut di negara itu, terkait berbagai program pemerintah dan insentif yang dijadwalkan akan dilaksanakan di sana. Sebelumnya, Ford dan GM juga sudah meluncurkan rencana pelebaran sayap mereka di Rusia [baca: Ford dan GM Akan Tingkatkan Produksi di Rusia]. (Vin)
Produksi massal, yang diharapkan akan diluncurkan di pabrik Vladivostok milik Sollers, akan difokuskan seperti rencana awal hanya akan memproduksi satu model saja, yakni Toyota Land Cruiser Prado, dikarenakan model ini sangat cocok dengan medan dan suhu di Rusia. Toyota juga sudah memiliki pabrik produksi di dekat St. Petersburg. Namun, pabrik Rusia itu hanya mengkhususkan diri dalam perakitan sedan Camry, dengan total volume 20.000 mobil per tahunnya.
Pada tahap awal, Toyota dilaporkan sudah siap untuk berinvestasi beberapa juta dolar untuk memodernisasi pabrik Sollers. Estimasi baru produksi kendaraan Toyota juga tidak akan melebihi 30.000 mobil per tahunnya, dengan sebagian besar dari hasil produksi diharapkan akan dijual di pasar Rusia. Sementara untul kiriman ke kawasan Eropa Rusia akan dilakukan melalui Kereta Api Trans-Siberian.
Menurut surat kabar bisnis Jepang, Nikkei, Toyota mempertimbangkan pelebaran sayapnya hingga ke Rusia ini karena dianggap sebagai kawasan yang menjanjikan untuk pengembangan lebih lanjut di negara itu, terkait berbagai program pemerintah dan insentif yang dijadwalkan akan dilaksanakan di sana. Sebelumnya, Ford dan GM juga sudah meluncurkan rencana pelebaran sayap mereka di Rusia [baca: Ford dan GM Akan Tingkatkan Produksi di Rusia]. (Vin)