Liputan6.com, Jakarta Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, mengakui pertandingan kontra Barcelona akan menjadi laga tersulit musim ini. Pengakuan pelatih asal Prancis ini terbukti benar adanya.
Bermain di Santiago Bernabeu, Sabtu 23 Desember 2017, Real Madrid benar-benar tak berdaya menghadapi gempuran Lionel Messi dkk. Tiga gol tanpa dilesakkan Barcelona ke gawang Keylor Navas.
Advertisement
Tiga gol kemenangan Barcelona dibuat Luis Suarez, Lionel Messi dan Aleix Vidal. Parahnya, dalam laga penting ini Real Madrid harus main dengan 10 pemain setelah Dani Carvajal menerima kartu merah langsung.
Banyak catatan penting ditorehkan usai Derby El Clasico ke-237 di semua kompetisi ini. Terpenting, tim Catalan kembali sukses menunjukkan superioritasnya di tanah "musuh bebuyutan"
Keberhasilan ini membuat pasukan Ernesto Valverde tersebut, masuk buku sejarah La Liga. Untuk pertama kalinya sepanjang masa Barcelona berhasil memenangi laga El Clasico tiga kali beruntun di Santiago Bernabeu pada ajang La Liga.
Musim lalu Barcelona menang 3-2 di markas Real Madrid. Semusim sebelumnya, El Barca malah melumat Los Blancos empat gol tanpa balas.
Kemenangan Tak Berarti
Meski begitu Valverde enggan jemawa dengan kesuksesan ini. Dia menegaskan bahwa musim yang masih sangat panjang.
"Kemenangan ini tak berarti banyak di klasemen, karena musim bahkan belum memasuki setengahnya," ujarnya.
Sebelumnya, entah merasa pesimistis atau sekadar gertakan, pelatih Real Madrid Zinedine Zidane juga mengklaim bahwa El Clasico bukan laga menentikan.
"Andai kami kalah di Clasico, kami tidak akan mengucapkan salam perpisahan pada gelar La Liga," ujarnya.
Tetapi apapun klaim Zidane, kemenangan ini membuat Barcelona semakin kokoh di puncak klasemen La Liga. Mereka unggul sembilan poin dari Atletico Madrid di peringkat dua.
Barcelona juga kini memimpin 14 poin dari Real Madrid yang terpuruk di posisi empat. Namun Madrid masih menyisakan satu laga tunda.