Liputan6.com, Pandeglang: Majelis Ulama Indonesia (MUI) melakukan investigasi terkait penyerangan kelompok Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten. Fokus penyelidikan MUI mengenai ada atau tidaknya pelanggaran Surat Keputusan Bersama (SKB) oleh jemaat Ahmadiyah.
Sekretaris MUI Fatwa Aliran Sesat Lotim H. Khairi mengatakan, pihaknya menemukan tak semua yang menyerang Ahmadiyah adalah anggota kelompok teroganisir. Satu tersangka adalah pedagang mainan anak-anak yang terpicu emosi saat pamannya terkena serangan balasan jemaat Ahmadiyah.
Berdasarkan rekaman video amatir hampir sebagian besar orang yang menyerang kelompok Ahmadiyah mengenakan pita biru. Tanda pita biru ini sangat jelas karena hampir semua menyematkan di dada. Muncul dugaan kalau insiden yang menewaskan tiga jemaat Ahmadiyah itu terorganisir.
Sejauh ini polisi sudah menetapkan lima tersangka. Tidak tertutup kemungkinan jumlah tersangka bertambah karena pemeriksaan masih berlangsung. Berdasakan pemeriksaan sementara, sejumlah saksi mengaku sebagai massa pita biru. Namun aktor di balik bentrokan ini belum terungkap.(JUM)
Sekretaris MUI Fatwa Aliran Sesat Lotim H. Khairi mengatakan, pihaknya menemukan tak semua yang menyerang Ahmadiyah adalah anggota kelompok teroganisir. Satu tersangka adalah pedagang mainan anak-anak yang terpicu emosi saat pamannya terkena serangan balasan jemaat Ahmadiyah.
Berdasarkan rekaman video amatir hampir sebagian besar orang yang menyerang kelompok Ahmadiyah mengenakan pita biru. Tanda pita biru ini sangat jelas karena hampir semua menyematkan di dada. Muncul dugaan kalau insiden yang menewaskan tiga jemaat Ahmadiyah itu terorganisir.
Sejauh ini polisi sudah menetapkan lima tersangka. Tidak tertutup kemungkinan jumlah tersangka bertambah karena pemeriksaan masih berlangsung. Berdasakan pemeriksaan sementara, sejumlah saksi mengaku sebagai massa pita biru. Namun aktor di balik bentrokan ini belum terungkap.(JUM)