Kaleidoskop 2017: 6 Momen Terbaik Sepak Bola Indonesia

Rentetan momen manis mewarnai alur perjalanan sepak bola Indonesia.

oleh Cakrayuri NuralamDiterbitkan 12 Desember 2017, 20:15 WIB
KALEIDOSKOP 2017 Bola

Liputan6.com, Jakarta - Peristiwa-peristiwa menarik terjadi di sepak bola Indonesia sepanjang 2017. Rentetan momen manis mewarnai alur perjalanan sepak bola Indonesia.

Mulai dari penunjukan Luis Milla sebagai pelatih Timnas Indonesia hingga kembalinya klub legendaris, Persebaya Surabaya ke kasta tertinggi sepak bola Indoneisa.

Tak hanya itu saja, Bhayangkara FC membuat kejutan di Liga 1. Klub yang awalnya dipandang sebelah mata itu keluar sebagai juara Liga 1.

Jangan lupakan juga prestasi Timnas Indonesia U-16 yang tampil di sebuah turnamen di Vietnam. Tim asuhan Fakhri Hussaini ini tampil menjadi yang terbaik.

Untuk lebih lengkapnya, simak dalam kaleidoskop sepak bola Indonesia yang sudah Liputan6.com rangkum berikut ini.


Luis Milla Latih Timnas Indonesia

Luis Milla (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Pada 20 Januari 2017, PSSI secara resmi menunjuk Luis Milla sebagai pelatih Timnas Indonesia. Pria asal Spanyol ini dikontrak PSSI hingga Asian Games 2018.

Milla berhasil memenangi persaingan melawan Luis Fernandez, mantan pelatih Paris Saint-Germain yang juga masuk radar PSSI dan menjadi kandidat pelatih Timnas Indonesia.

Pria berusia 55 tahun itu memiliki karier yang cukup mentereng sebagai pemain. Milla memulai karier profesional bersama Barcelona pada 1984 setelah tiga tahun bermain bersama Barcelona B.

Milla kemudian direkrut Real Madrid pada 1990 dan bermain di Santiago Bernabeu selama tujuh tahun. Pengoleksi tiga gelar La Liga itu kemudian mengakhiri karier pemain bersama Valencia pada 2001.

Karier kepelatihan Milla dimulai ketika menangani klub gurem Spanyol, UD Pucol, yang bermain di kasta kesembilan kompetisi sepak bola Spanyol pada 2006.

Milla sempat menjadi asisten pelatih Michael Laudrup di Getafe. Sukses terbesar Milla adalah ketika menangani timnas Spanyol U-21 dan memenangi Piala Eropa 2011. Sebelum terpilih menjadi pelatih Timnas Indonesia, Milla sempat menangani Real Zaragoza pada awal musim ini.

Sepanjang tahun ini, Milla gagal memenuhi target yang ditentukan PSSI, meraih medali emas SEA Games. Milla hanya mampu mempersembahkan perunggu SEA Games untuk Timnas Indonesia.


Egy Maulana

Egy Maulana (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Lanjut Baca:

Juni 2017, Indonesia dikejutkan dengan talenta remaja 17 tahun asal Medan, Egy Maulana. Dia meraih penghargaan yang pernah dimenangkan dua penggawa Real Madrid, Cristiano Ronaldo dan Zinedine Zidane. Egy Maulana, pemain sayap Timnas Indonesia U-19, mendapatkan penghargaan Jouer Revelation Trophee di Turnamen Toulon 2017. Panitia turnamen memberikan penghargaan lebih cepat setelah melihat performa Egy melalui statistik. Ini menjadi hal yang tak biasa karena biasanya penerima gelar akan mendapat trofi pada akhir turnamen. Timnas Indonesia U-19 mengakhiri pertarungan di Turnamen Toulon dengan kekalahan 1-2 dari Skotlandia, Selasa (6/6/2017) di Stade Jules-Ladoumègue, Vitrolles, Prancis. Sensasi Egy Maulana terus berlanjut di Kualifikasi Piala Asia U-19. Dia mampu mencetak lima gol di babak kualifikasi Piala Asia U-19 yang berlangsung di Korea Selatan, 0ktober-November lalu. Sayangnya, lima gol yang dicetak Egy tak mampu membuat Timnas Indonesia U-19 finis sebagai runner Up. Skuat Garuda Nusantara berada di urutan ketiga dengan enam poin, kalah tiga angka dari Malaysia yang berada di posisi kedua. Meski gagal di babak kualifikasi, Timnas Indonesia U-19 tetap lolos ke Piala Asia U-19 karena status tuan rumah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya