Liputan6.com, Jakarta: Meninggalnya komposer musik dan pencipta lagu Elfa Secioria sangat disayangkan banyak pihak. Banyak kenangan manis dan tak terlupakan diukir sang maestro. Kesan mendalam itu dirasakan pula penyanyi Yana Yulio dan Harvey Malaiholo.
"Memang kamu bisa menyanyi?" kata Yana mengutip ucapan almarhum Elfa Secioria saat kali pertama bertemu. Ia mengatakan, mengenal Elfa Secioria lewat Agus Wisman, rekan Yana. Saat diantar ke kediaman sang maestro bersama Agus, pemilik nama asli Rusyana masih berusia 25 tahun.
Menurut Yana, kesan pertama akan banyak orang mengenal Elfa Secioria sebagai sosok berkarakter keras. Tapi di balik itu, pemilik album Selamanya Cinta dan Hasrat Cinta itu memandang Elfa sosok yang humoris dan santai.
Semasa hidup, banyak proses kerja sama yang dilalui bersama Elfa Secioria meninggalkan suka dan duka. Namun semua itu diakui Yana dilewati dengan sangat menyenangkan. "Walau proses sulit tapi semuanya indah," ucap musisi kelahiran Bogor, Jawa Barat, 8 April 1960.
Kesan tak jauh beda diungkapkan Harvey. Penyanyi kelahiran Jakarta, 3 Mei 1962 mengenal Elfa saat pertama kali bekerja sama dalam sebuah festival musik pada 1982 lampau. "Yang membuat saya cocok untuk menghadapi festival atau kompetisi, itu tuh pelajaran teknik, latihan teknik, latihan fisik," tutur ayah dua anak.
Kerja sama Harvey bersama Elfa dalam sebuah festival menuai sukses. Saat menyanyikan lagu Kugapai Hari Esok karya Elfa Secioria & Ferina, meraih "The Best Performer" pada Golden Kite Festival 1982 di Kuala Lumpur, Malaysia. Penghargaan lain 2nd Golden Kite World Song Festival di Kuala Lumpur, pada 1986. Ia ketika itu menyanyikan lagu Gempita Dalam Dada karya Elfa Secioria dan Wieke Gur.
Sementara Elfa Secioria meninggal dalam usia 52 tahun di Rumah Sakit Pertamina Jaya Cempaka Putih, Jakarta, 8 Januari silam. Pria kelahiran Garut, Jabar, 20 Februari 1959 itu banyak melahirkan penyanyi-penyanyi berbakat di antaranya Hedi Yunus, Sherina, Andien, dan Rita Effendi serta penyanyi yang tergabung di Elfa's Singer.(AIS)
"Memang kamu bisa menyanyi?" kata Yana mengutip ucapan almarhum Elfa Secioria saat kali pertama bertemu. Ia mengatakan, mengenal Elfa Secioria lewat Agus Wisman, rekan Yana. Saat diantar ke kediaman sang maestro bersama Agus, pemilik nama asli Rusyana masih berusia 25 tahun.
Menurut Yana, kesan pertama akan banyak orang mengenal Elfa Secioria sebagai sosok berkarakter keras. Tapi di balik itu, pemilik album Selamanya Cinta dan Hasrat Cinta itu memandang Elfa sosok yang humoris dan santai.
Semasa hidup, banyak proses kerja sama yang dilalui bersama Elfa Secioria meninggalkan suka dan duka. Namun semua itu diakui Yana dilewati dengan sangat menyenangkan. "Walau proses sulit tapi semuanya indah," ucap musisi kelahiran Bogor, Jawa Barat, 8 April 1960.
Kesan tak jauh beda diungkapkan Harvey. Penyanyi kelahiran Jakarta, 3 Mei 1962 mengenal Elfa saat pertama kali bekerja sama dalam sebuah festival musik pada 1982 lampau. "Yang membuat saya cocok untuk menghadapi festival atau kompetisi, itu tuh pelajaran teknik, latihan teknik, latihan fisik," tutur ayah dua anak.
Kerja sama Harvey bersama Elfa dalam sebuah festival menuai sukses. Saat menyanyikan lagu Kugapai Hari Esok karya Elfa Secioria & Ferina, meraih "The Best Performer" pada Golden Kite Festival 1982 di Kuala Lumpur, Malaysia. Penghargaan lain 2nd Golden Kite World Song Festival di Kuala Lumpur, pada 1986. Ia ketika itu menyanyikan lagu Gempita Dalam Dada karya Elfa Secioria dan Wieke Gur.
Sementara Elfa Secioria meninggal dalam usia 52 tahun di Rumah Sakit Pertamina Jaya Cempaka Putih, Jakarta, 8 Januari silam. Pria kelahiran Garut, Jabar, 20 Februari 1959 itu banyak melahirkan penyanyi-penyanyi berbakat di antaranya Hedi Yunus, Sherina, Andien, dan Rita Effendi serta penyanyi yang tergabung di Elfa's Singer.(AIS)