PHOTO: Gunung Agung Awas, Warga Gotong Royong Bangun Kamp Pengungsi

oleh Arny Christika PutriDiterbitkan 27 November 2017, 12:14 WIB
Warga bangun Kamp Pengungsi Gunung Agung
Status Gunung Agung naik menjadi level Awas. Warga diminta mengungsi dari radius 8 hingga 10 kilomet
Warga membangun kamp pengungsian Gunung Agung di lahan milik dinas pertanian, Karangasem, Bali, Senin (27/11). Status Gunung Agung yang naik dari siaga ke awas, membuat warga diminta mengungsi dari radius 8 hingga 10 kilometer. (Liputan6.com/Andi Jatmiko)
Warga bergotong royong menbangun kamp pengungsian Gunung Agung di lahan milik dinas pertanian, Karangasem, Bali, Senin (27/11). BNPB mengatakan ada 22 desa yang warganya harus mengungsi terkait status awas Gunung Agung. (Liputan6.com/Andi Jatmiko)
Warga membangun kamp pengungsian Gunung Agung di lahan milik dinas pertanian, Karangasem, Bali, Senin (27/11). Status Gunung Agung yang naik dari siaga ke awas, membuat warga diminta mengungsi dari radius 8 hingga 10 kilometer. (Liputan6.com/Andi Jatmiko)
Warga menata bambu untuk membangun kamp pengungsian Gunung Agung di lahan milik dinas pertanian, Karangasem, Bali, Senin (27/11). BNPB mengatakan ada 22 desa yang warganya harus mengungsi terkait status awas Gunung Agung. (Liputan6.com/Andi Jatmiko)
Warga membangun kamp pengungsian Gunung Agung di lahan milik dinas pertanian, Karangasem, Bali, Senin (27/11). Status Gunung Agung yang naik dari siaga ke awas, membuat warga diminta mengungsi dari radius 8 hingga 10 kilometer. (Liputan6.com/Andi Jatmiko)
Warga menata bambu untuk membangun kamp pengungsian Gunung Agung di lahan milik dinas pertanian, Karangasem, Bali, Senin (27/11). BNPB mengatakan ada 22 desa yang warganya harus mengungsi terkait status awas Gunung Agung. (Liputan6.com/Andi Jatmiko)
Warga memasang terpal untuk kamp pengungsian Gunung Agung di lahan milik dinas pertanian, Karangasem, Bali, Senin (27/11). Status Gunung Agung yang naik menjadi awas, membuat warga diminta mengungsi dari radius 8 hingga 10 km. (Liputan6.com/Andi Jatmiko)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya