Jakarta - Manchester United dan Sir Alex Ferguson bagaikan dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan. Di bawah kepemimpinan Ferguson, The Red Devils berhasil meraih berbagai trofi juara.
Advertisement
Selama 27 tahun menangani MU, Fergie sukses mempersembahkan 38 gelar juara, beberapa di antaranya adalah 13 trofi Premier League, lima Piala FA, dua titel Liga Champions, dan satu gelar Piala Dunia Antarklub.
Beberapa kalangan media menilai, kesuksesan tersebut tak lepas dari kecerdikan Fergie dalam merekrut para pemain yang cocok dengan taktiknya. Manajer asal Skotlandia tersebut dikabarkan kerap turun langsung untuk bernegosiasi dengan pemain incaran.
Nama-nama besar seperti Peter Schmeichel, Eric Cantona, Roy Keane, Edwin van der Sar, Nemanja Vidic, hingga Cristiano Ronaldo tercatat diboyong ke Old Trafford pada era Alex Ferguson. Pemain-pemain tersebut langsung memberikan dampak bagi kualitas permainan Manchester United.
Akan tetapi, setelah kepergian Sir Alex pada 30 Juni 2013, Manchester United kerap ceroboh dalam hal perekrutan pemain. Dana sebesar 627 juta poundsterling (Rp 11,99 triliun) yang telah dihabiskan tak selalu selaras dengan performa pemain yang didatangkan.
Berikut ini adalah lima rekrutan terburuk MU setelah era Sir Alex Ferguson seperti dilansir Daily Mail:
Luke Shaw
Ekspestasi tinggi mengiringi kedatangan Luke Shaw dari Southampton. Sang pemain digadang-gadang sebagai satu di antara bek kiri paling potensial di negeri Ratu Elizabeth.
Akan tetapi, cedera mengganggu musim pertamanya di Manchester United. Situasi kian bertambah pelik setelah Shaw mengalami patah kaki karena mendapatkan hantaman keras dari pemain PSV Eindhoven, Hector Moreno.
Badai cedera lagi-lagi menerpa pemain 22 tahun tersebut pada musim 2017-2018. Hingga kini, Shaw baru membukukan dua penampilan di berbagai ajang.
Angel Di Maria
Manchester United merogoh kocek 59,7 juta poundsterling (Rp 1 triliun) ketika memboyong Di Maria dari Real Madrid pada 26 Agustus 2014. Kehadiran gelandang tim nasional Argentina tersebut diharapkan mampu mengembalikan kejayaan The Red Devils.
Akan tetapi, penampilan Di Maria justru jauh dari kata gemilang. Gelandang 29 tahun itu hanya mencatatkan empat gol dan 12 assist dari 32 penampilan di berbagai ajang.