Liputan6.com, Jakarta Setiap 10 November, Indonesia merayakan Hari Pahlawan. Momen ini dimanfaatkan untuk mengenang jasa mereka yang berjuang mengusir penjajah. Tidak hanya lewat kontak senjata dan jalur diplomasi, perlawanan juga ternyata dilakukan lewat sepak bola.
Sejarah mencatat bahwa sepak bola juga jadi alat bagi masyarakat Indonesia dalam membangkitkan rasa nasionalisme demi menjaga semangat persatuan dan kesatuan.
Advertisement
Perlawanan dari lapangan hijau bermacam rupa. Salah satunya melalui pembentukan Persatuan Sepakraga Seluruh Indonesia (PSSI) di Mataram pada 19 April tahun 1930. PSSI didirikan untuk menandingi organisasi serupa yang mengakomodasi kepentingan klub-klub bentukan Belanda, yakni NIVB atau NIVU (Nederlandsche Indische Voetbal Unie).
Saat Piala Dunia 1938 berlangsung, PSSI ngotot ingin mengirimkan pemain-pemain pribumi mewakili Indonesia. Namun, NIVB juga ternyata punya kandidat sendiri. Sebagai jalan tengah, kedua organisasi ini pun sepakat mengadu kekuatan timnas yang dibentuk.
Namun belakangan, NIVB ingkar dan memilih mengirim pasukannya ke Piala Dunia 1938.
Perlawanan demi perlawanan yang diberikan anak bangsa lewat jalur sepak bola juga telah memunculkan sejumlah tokoh. Mereka memiliki peran masing-masing dalam melawan penjajah. Sebagian bahkan mewujudkannya lewat kiprah mereka di lapangan hijau.
Berikut adalah tiga tokoh sepak bola Indonesia yang ikut berjuang mengusir penjajah:
1. Soeratin Soesrosoegondo
Latar belakangan sepak bola tidak terlalu kental bagi pria kelahiran Yogyakarta ini. Semasa mudanya, Soeratin menempuh pendidikan sekolah teknik di Jerman. Ia lulus sebagai insinyur sipil, 1927. Meski demikian, semangatnya mengusir penjajah tidak perlu diragukan.
Soeratin bahkan ikut angkat senjata bersama Tentara Keamanan Rakyat (TKR) berpangkat kolonel. Sumpah Pemuda 1928 lalu mengilhaminya membentuk organisasi PSSI sebagai wadah membangkitkan semangat nasionalisme masyarakat Indonesia lewat sepak bola.
Setelah berkeliling ke berbagai daerah di Jawa, Soeratin akhirnya mendirikan PSSI 1930. Dia juga terpilih menjadi ketua umum PSSI pertama.
Maulwi Saelan
Namanya mencuat saat memperkuat timnas Indonesia melawan Uni Soviet pada Olimpiade Melbourne 1956. Maulwi menjadi tembok tangguh Tim Merah Putih saat itu.