Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuat kebijakan baru dalam bidang transportasi. Pascapembukaan Koridor IX (Pinangranti-Pluit) dan X (Cililitan-Tanjugpriok), Pemprov DKI kini berencana menghapus sejumlah trayek bus-bus regular seperti Mayasari dan PPD yang rutenya bersinggungan dengan jalur busway tersebut.
Menurut Gubernur Fauzi Bowo, rencana penghapusan trayek bus regular yang nantinya akan beralih feeder busway, bertujuan untuk mengoptimalkan lagi keberadaan dua koridor baru tersebut. Diharapkan, masyarakat yang sebelumnya masih menggunakan bus-bus reguler bisa beralih menggunakan bus Transjakarta sebagai transportasi massal.
Advertisement
"Sekitar 15 rute yang bersinggungan dengan busway koridor IX dan X. Jumlah unitnya 126 armada bus," ujar Soedirman, Kepala Organda (Organisasi Angkutan Darat) DKI Jakarta.
Kebijakan ini sendiri ditanggapi beragam oleh beberapa kalangan. Mereka menilai penghapusan trayek bus-bus reguler juga harus diiringi dengan peningkatan jumlah armada bus Transjakarta. Penambahan waktu operasi juga menjadi hal yang patut diperhitungkan. Ini mengingat tak sedikit calon penumpang yang masih beraktivitas hingga malam hari.
Terkait pencabutan trayek ini, Pemprov juga sudah mengkaji bersama pihak Organda. Dan, ditargetkan pada Februari mendatang sudah mulai terealisasi.(ANS/TMC Polda Metro Jaya)