MPR RI Sosiasilasikan Empat Pilar via Pagelaran Seni di Bima

Pagelaran Seni Budaya Tradisional di Kota Bima

oleh Cahyu diperbarui 05 Nov 2017, 19:28 WIB
Pagelaran Seni Budaya Tradisional di Kota Bima

Liputan6.com, Nusa Tenggara Barat Ratusan masyarakat dari wilayah Bima dan sekitarnya berbaur dengan para pedagang kaki lima di seputaran panggung lapangan Serasuba, yang mewarnai kemeriahan malam di lapangan Merdeka Kota Bima, NTB, Sabtu (4/11/2017). Mereka antusias ingin menyaksikan pagelaran seni budaya tradisional Bima sebagai salah satu metode sosialisasi Empat Pilar MPR RI.

Pagelaran seni budaya tersebut dihadiri beberapa anggota MPR RI, yaitu H. Muhammad Syafrudin ST., MM. (Fraksi PAN), Baiq Diyah Ratu Ganefi (Kelompok DPD), Kepala Biro Administrasi dan Pengawasan Setjen MPR RI Suryani, Asisten I Setda Kota Bima A. Farid M, Ketua DPRD Kota Bima, serta jajaran pimpinan dan SKPD Kota Bima.

Sebagai pertanda dimulainya pagelaran seni budaya ini, Muhammad Syafrudin, mewakili Pimpinan MPR menyampaikan sambutan. Ia mengatakan, MPR memanfaatkan seni budaya sebagai media sosialisasi karena melalui acara yang digemari masyarakat pesan-pesan yang disampaikan akan langsung masuk dalam kehidupan masyarakat.

Melalui Empat Pilar MPR RI-- Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika--Syafrudin mengharapkan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Bima, termotivasi memberikan yang terbaik untuk bangsa serta mengabdi tanpa batas untuk Tanah Air tercinta.

Sementara itu, Suryani, sebagai panitia pelaksana pagelaran, dalam laporannya mengatakan bahwa MPR melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dan seni budaya ini bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bima.

"Pagelaran seni budaya ini dilaksanakan bertujuan untuk memahami dan reaktualisasi terhadap nilai-nilai Pancasila, dalam pemahaman terhadap Empat Pilar MPR RI kepada masyarakat," ujarnya.

Suryani menambahkan, sosialisasi melalui pentas seni budaya adalah salah satu bentuk apresiasi dan langkah konkret MPR RI dalam melestarikan warisan budaya, khususnya seni budaya tradisional yang telah menjadi kekayaan intelektual bangsa Indonesia.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, sosialisasi melalui seni budaya merupakan salah satu dari berbagai metode yang sudah dilaksanakan.

"Karena seni budaya nusantara sangat variatif, saat MPR melakukan sosialisasi melalui metode ini akan disesuaikan dengan budaya masing-masing daerah," ucap Suryani.

Hal yang terpenting, imbuhnya, pesan-pesan Empat Pilar MPR RI dapat tersampaikan ke masyarakat melalui pagelaran seni budaya. Tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga harus direalisasikan pada kehidupan sehari-hari. 

 

 

(*)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya