Liputan6.com, Jakarta Sebagai pemain kelas dunia, Cristiano Ronaldo punya definisi kata. Cemerlang, mematikan, ada pula yang menganggapnya sombong, beberapa lainnya menganggapnya bersahaja.
Akan tetapi, tak ada yang bisa dibantah kalau Ronaldo memiliki masalah dalam mengontrol emosi. Pada beberapa situasi, pemain asal Portugal ini acap memperlihatkan kekesalannya.
Advertisement
Dia beberapa kali juga menyindir dan terang-terangan tak suka dengan seseorang. Gareth Bale pernah jadi korbannya kala tak mau mengoper Ronaldo saat di depan gawang. Alhasil, dia dijauhi CR7.
Kendati begitu, yang perlu dipahami adalah terkadang dia marah dalam situasi yang benar. Apa pun itu, berikut ada lima momen saat Ronaldo murka dikutip Sportskeeda:
5. Nani Gagalkan Ronaldo Cetak Gol Indah
5. Nani Gagalkan Ronaldo Cetak Gol Indah
Masih ingat kala Portugal menggulung 4-0 Spanyol dalam laga persahabatan 2010 lalu? Ronaldo sebenarnya mendapat momentum bagus mencetak gol.
Dia menggiring bola dari tengah, mengecoh beberapa pemain Spanyol. Setelah mengecoh Gerard Pique, Ronaldo berhasil mencungkil bola yang meluncur melewati kiper Iker Casillas.
Ronaldo sudah melakukan selebrasi tapi bola yang berada di mulut gawang Spanyol justru dicocor Nani lewat tandukannya. Sialnya, Nani telah berdiri dalam posisi offside dan gol pun dianulir wasit.
Hal itu sontak membuat Ronaldo sangat geram. “Saya tidak mengerti, orang buta pun tahu jika itu akan menjadi gol. Bola telah setengah meter dari jala gawang," kata Ronaldo kala itu.
4. Mendorong Pep Guardiola
4. Mendorong Pep Guardiola
Pertandingan El Clasico selalu panas dan memuncak kala era Mourinho-Guardiola. Real Madrid kala itu dicap main kasar, sementara Barcelona membalasnya dengan sandiwara.
Selain itu, fakta bahwa Barca jauh lebih unggul pada saat itu juga memainkan peran besar dalam mengembangkan permusuhan yang sengit antara kedua tim. Real Madrid ingin keluar dari bayangan Barca. Akan tetapi, kala itu Blaugrana tengah tangguh.
Pada saat seperti ini, ketegangan di El Clasico membuat lingkungan stadion sangat panas. Hal itu memuncak saat Pep Guardiola, dalam upaya mengulur beberapa detik yang berharga, bukannya memberi bola lemparan ke dalam kepada Ronaldo, malah memainkannya.