Islam dan Barat Sependapat Terorisme Mengancam Peradaban

Terorisme mengancam kelangsungan demokrasi. Islam dan Barat harus mengintensifkan dialog dan bekerja sama menekan aksi teroris di berbagai belahan dunia.

oleh Liputan6Diterbitkan 27 Maret 2002, 08:39 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Tokoh-tokoh muslim Indonesia, lembaga asing, dan sekitar 20 duta besar negara Barat sependapat terorisme adalah ancaman bagi seluruh umat manusia. Untuk mengatasi masalah itu, semua pihak hendaknya mengedepankan toleransi dan menghormati sudut pandang orang lain. Hal itu terungkap dalam dialog bertajuk "Dunia Islam dan Barat Bekerja Sama Menuju Kedamaian Dunia" yang diprakarsai Pengurus Pusat Muhammadiyah di Jakarta, Selasa (26/3) [baca: Islam-Barat Perlu Terus Berdialog].

Duta Besar Amerika Serikat Ralph Leo Boyce, misalnya, menegaskan terorisme mengancam demokrasi. Karena itu perlu terus menekan aktivitas teroris melalui pendidikan dan dialog yang intensif. Selain itu, menurut Boyce, harus ada juga persamaan persepsi dan definisi dalam menyikapi terorisme.

Cendekiawan muslim Nucholish Madjid sependapat soal harus ada persamaan persepsi dan definisi mengenai terorisme. Menurut dia, secara formal definisi itu diperlukan, sehingga tak ada kesalahfahaman menyikapi sebuah aksi di suatu negara.

Mengenai terorisme yang sering dikaitkan dengan Islam, Cak Nur berpendapat karena kebetulan yang melakukan hal itu kebanyakan orang Islam. Tetapi, kata dia, sebetulnya terorisme yang lebih lama misalnya ada di Irlandia Utara. Para pemeluk Protestan di Irlandia Utara meminta keadilan kepada pemerintah Inggris dan media yang mereka gunakan adalah juga kekerasan. Cak Nur menilai ada kerancuan semantik, karena mengenai kasus di Irlandia Utara tidak pernah ada sebutan teroris Protestan.

Panglima Laskar Jihad Ja`far Umar Thalib berkomentar lain. Menurut dia, terorisme sebenarnya lahir karena ada tekanan terhadap kelompok tertentu. Tekanan dan ketimpangan menyebabkan kelompok tersebut memberontak mencari keadilan.

Sementara itu, Boyce menyatakan Islam sekarang ini sebenarnya merupakan bagian dari dunia Barat. Dia mencontohkan di AS sendiri terdapat sekitar tujuh juta warga Islam. Oleh karena itu, dia berpendapat hal yang bisa dicapai dari Islam dan Barat adalah sebuah kesepakatan dan kerjasama untuk bersama-sama melawan terorisme. Bagaimanapun juga terorisme adalah musuh Islam dan Barat. "Terorisme itu sendiri tidak diajarkan dalam Islam dan agama non-Muslim termasuk juga dalam pandangan dunia Barat," kata Boyce.(YYT/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya