Tanah Bergerak di Pangandaran, Puluhan Rumah Warga 'Terbelah'

Selain pergerakan tanah, ternyata setiap kali hujan turun, selalu muncul air dari dalam tanah di perbukitan tak jauh dari permukiman.

oleh Raden Trimutia Hatta diperbarui 23 Okt 2017, 15:52 WIB

Liputan6.com, Pangandaran - Sejumlah rumah di Kalipucang, Pangandaran, Jawa Barat rusak berat akibat pergerakan tanah sehingga terjadi retakan di dalam rumah.

Seperti ditayangkan Liputan6 Siang SCTV, Senin (23/10/2017), lantai rumah salah satu warga di Desa Banjarharja hancur berantakan bahkan terbelah. Sebagian ada yang turun atau anjlok.

Begitu pun dengan dinding rumah mengalami retak-retak di beberapa titik. Kondisi ini membuat Aco sang pemilik khawatir rumahnya bisa ambruk.

Pergerakan tanah disertai keretakan di rumah Aco berlangsung saat hujan berlangsung. Dia menduga kondisi ini terjadi karena ada saluran air di bawah tanah.

Beberapa rumah warga juga mengalami kerusakan yang sama akibat pergerakan tanah. Selain pergerakan tanah, ternyata setiap kali hujan turun, selalu muncul air dari dalam tanah di perbukitan tak jauh dari permukiman.

Warga khawatir akan ancaman longsor karena munculnya air dari bawah tanah.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya