Liputan6.com, Motegi - Sampai saat ini, Casey Stoner masih dianggap sebagai pembalap terbaik dalam sejarah Ducati di MotoGP. Itu karena ia satu-satunya pembalap yang mampu mempersembahkan gelar juara dunia untuk Ducati.
Sukses Stoner mempersembahkan gelar juara dunia MotoGP terjadi pada musim 2007. Meski tak menjadi juara kembali, penampilan Ducati pada tiga musim selanjutnya tetap diacungi jempol. Sayang, ketika Stoner pergi ke Honda, Ducati seakan kehilangan separuh jiwanya.
Advertisement
Berulang kali mereka mengganti komposisi pembalap, berulang kali pula mereka gagal menjadi juara dunia. Namun, mimpi mereka kini nyaris terwujud berkat kegemilangan Andrea Dovizioso pada musim 2018.
"Saya tak berpikir itu buruk untuk membandingkan Andrea dengan Casey. Ini benar-benar dalam performa yang bagus dan melakukan hal-hal luar biasa. Keduanya memiliki tingkat intelegensi yang selalu diperlihatkan pada motor," kata bos Ducati, Gigi Dall'Igna, dilansir Tuttomotoriweb.
Bagi banyak orang, performa Dovizioso di MotoGP 2017 adalah sebuah kejutan besar. Tak ada yang memprediksi dirinya bakal menjadi salah satu pesaing dalam kejuaraan. Apalagi jika bicara soal kiprahnya sejak debut di kelas MotoGP pada 2008.
Ya, tak pernah sekalipun pembalap Italia itu mengoleksi lebih dari satu kemenangan di kelas MotoGP. Musim ini, ia justru sudah lima kali merebut podium juara. Terkini adalah MotoGP Jepang di Twin Ring Motegi, Minggu (15/10/2017).
Kemenangan Spesial
Butuh perjuangan keras bagi Dovizioso untuk merebut podium juara MotoGP Jepang. Pasalnya, pembalap 31 tahun itu harus memulai balapan dari urutan kesembilan. Namun, start yang bagus dan kesabaran tinggi membuatnya meraih hasil maksimal.
Di awal balapan, ia menunggu para lawannya melakukan kesalahan. Setelah beberapa putaran, ia mampu melepaskan diri dan menempel dua pembalap terdepan, yakni Danilo Petrucci dan Marquez. Setelah Petrucci disalip Marquez, pembalap Italia itu mengambil posisi kedua.
Pertarungan dengan Marquez kian sengit setelah memasuki lima putaran terakhir. Aksi salip menyalip menghiasi duel mereka. Pada akhirnya, Dovizioso memaksakan motornya untuk menyalip Marquez di tikungan terakhir.