Kiprah Kofi Annan untuk Kemanusiaan dan Perdamaian Dunia

Kofi Annan, 'Sang Diplomat Ternama Afrika' telah berkiprah selama puluhan tahun, memperjuangkan isu kemanusiaan dan perdamaian dunia.

oleh Rizki Akbar Hasan diperbarui 23 Okt 2017, 19:20 WIB
Menlu Retno Marsudi bersama dengan Kofi Annan. (Dokumentasi Kemlu)

Liputan6.com, Jakarta - Terlahir di Kumasi, Gold Coast (sekarang Ghana) pada 8 April 1938 dari keluarga aristokrat komunitas Ashanti dan Fante, Kofi Atta Annan tumbuh saat situasi wilayahnya sedang dirundung gejolak.

Gold Coast, yang saat itu dikuasai oleh Inggris, sedang berjuang untuk memerdekakan diri.

Namun meski besar di tengah semua gejolak itu, Annan muda justru tumbuh menjadi individu dengan optimisme tinggi. Seperti dikutip dari thefamouspeople.com, Senin (23/10/2017), Annan memiliki falsafah hidup bahwa 'segalanya adalah mungkin'.

Falsafah itu mungkin menjadi bara semangat sang Sekretaris Jenderal ke-7 PBB Kofi Annan dalam berkontribusi terhadap isu kemanusiaan dan perdamaian dunia.

Sang 'Diplomat Ternama Afrika' --sebagaimana status yang disematkan oleh Nobelprize.org-- memulai kiprahnya dengan menempati sejumlah pos pekerjaan dalam sistem jenjang karir PBB.

Ia mendulang pengalaman dari berbagai sub-lembaga PBB, seperti World Health Organization, UN High Commissioner for Refugees, dan Markas Besar di New York.

Pada 1990, Annan memfasilitasi pemulangan staf diplomatik internasional dan warga negara Barat dari Irak, setelah negara itu menginvasi Kuwait. Ia juga memimpin perundingan awal dengan Baghdad mengenai penjualan minyak untuk mendanai bantuan kemanusiaan.

Barulah pada 1992, karir Annan sebagai diplomat perdamaian melejit, setelah ia menjabat sebagai Under-Secretary General for Peacekeeping pada Maret 1993 hingga Desember 1996. Demikian seperti dikutip dari Nobelprize.org.

Pria kelahiran Kumasi itu mengemban jabatan tersebut pada kala 70.000 militer dan personel PBB dikerahkan ke berbagai belahan dunia untuk mengintervensi sejumlah krisis krusial.

Semasa mengisi posisi itu, Annan juga mengepalai operasi perdamaian dalam Konflik Somalia 1993 dan Genosida Rwanda 1994. Ia juga terlibat sebagai Special Representative untuk urusan Yugoslavia (negara yang kini pecah menjadi Kroasia, Bosnia, Herzegovina, Serbia, Slovenia, dll).

Atas kerja kerasnya, ia dipilih menjadi kandidat Sekjen PBB menggantikan Boutros-Boutros Ghali yang periode jabatannya telah habis.

Annan resmi menampuk gelar tersebut pada awal 1997. Terpilihnya Annan merupakan hal yang spesial, karena ia merupakan orang pertama yang berhasil menampuk jabatan sekjen dengan menapaki karir dari jenjang staf di PBB.

Annan menjabat sebagai Sekjen PBB selama dua periode. Periode pertama dimulai pada 1 Januari 1997. Usai menjabat selama lima tahun, Annan kembali menjabat sebagai sekjen untuk kedua kalinya pada 1 Januari 2002.

Sebagai sekjen, Annan dan PBB telah berkontribusi dalam upaya penyelesaian konflik, seperti mendesak Irak untuk mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB dan mempromosikan transisi pemerintahan sipil pasca-konflik di Nigeria pada 1998.

Annan juga berkontribusi dalam mendulang bantuan internasional terhadap Konflik Timor Leste dan mendorong perdamaian Israel - Palestina pada 2000.

Alumni Massachusets Institute of Technology itu juga intens memperkuat kemitraan dengan masyarakat sipil, sektor swasta dan pihak-pihak lain di luar pemerintahan yang kekuatannya melengkapi negara-negara anggota PBB.

Pada April 2000, Annan berkontribusi dengan mengeluarkan sebuah laporan tentang peran PBB di abad ke-21, menguraikan tindakan yang diperlukan untuk mengakhiri kemiskinan dan ketidaksetaraan, memperbaiki pendidikan, mengurangi HIV / AIDS, melindungi lingkungan dan melindungi masyarakat dari kekerasan.

Dan atas jerih-payahnya, pada 2001, Annan dan PBB dianugerahi Nobel Perdamaian atas upayanya dalam merevitalisasi organisasi internasional itu menjadi lebih baik dari sebelumnya serta perjuangan keduanya dalam memerhatikan isu kemanusiaan dan mendorong perdamaian.

Meski telah mundur dari jabatannya sebagai Sekjen PBB, Annan tetap aktif pada berbagai aktivisme kemanusiaan dan perdamaian dunia, seperti pada krisis Suriah dan krisis kemanusiaan Rohingya di Myanmar.

Kofi Annan akan hadir menjadi tamu pembicara spesial di AdAsia 2017 --Konferensi Periklanan Terbesar se-Asia-- yang digelar di Bali Nusa Dua Convention pada 8-10 November 2017.

Informasi mengenai AdAsia 2017, yang salah satu sponsornya adalah PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), juga bisa diperoleh dengan cara mem-follow BBM Channel AdAsia 2017 di aplikasi BBM.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya