Liputan6.com, Sumenep - Batik merupakan warisan leluhur di Indonesia. Sejak 2 Oktober 2009 diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Hanya saja, di Sumenep, Madura, Jawa Timur, kerajinan batik kini sudah mulai ditinggalkan lantaran generasi perajin batik kian berkurang, sehingga usaha batik yang telah turun-temurun tidak berlanjut.
Advertisement
Rektor Universitas Wiraraja (Unija) Kabupaten Sumenep, Alwiyah, mengatakan berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 2014 sampai 2016 lalu, perajin batik di daerah ujung timur Pulau Garam ini terus berkurang dari tahun ke tahun. Bahkan, perajin batik senior kesulitan mencari penerus. Pasalnya, para pemuda sudah sangat jarang yang tertarik menggeluti kerajinan warisan leluhurnya itu.
"Kerajinan batik ini butuh ketelatenan, ketekunan, kesabaran, dan waktu yang lama. Makanya dukungan banyak pihak, salah satunya dari pemerintah, agar perajin batik tidak semakin berkurang," ujar Alwiyah, Senin, 2 Oktober 2017.
Alwiyah mengaku, tidak hanya perajin yang sudah berkurang, melainkan jumlah pengusaha batik di Kabupaten Sumenep juga minim. Oleh karena itu, seluruh pihak perlu mencari solusi agar kerajinan batik di daerah ini tidak sampai punah.
"Yang diketahui hanya batik Madura. Padahal, secara usia, batik Sumenep jauh lebih tua dari batik Madura," ucap dia.
Untuk itu, dalam rangka mempromosikan lebih jauh lagi batik Sumenep, dalam hal ini batik asal Desa Pakandangan, Kecamatan Prenduan, ia meminta mahasiswa dan seluruh sivitas akademika wajib memakai batik pada peringatan Hari Batik Nasional.
Hal ini agar mereka bisa ikut menjaga kelestarian batik karya daerahnya sendiri yang telah menjadi kebanggaan bersama.
Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumenep, Sufiyanto mengatakan, sebagai salah satu upaya melestarikan kerajinan batik di daerahnya, tahun depan pemerintah daerah mencanangkan Sumenep memiliki Kampung Batik.
Rencananya, daerah yang akan dijadikan Kampung Batik ialah Desa Pakandangan. "Karena kami melihat para leluhur desa tersebut. Selain itu, perkembangan batik di situ dari hari ke hari terus meningkat. Kalau sekarang jumlah perajin batik di sini sekitar 200 orang," jelasnya.
Simak video pilihan berikut ini: