5 Pelatih Pengkhianat di Sepak Bola

Siapa saja mereka?

oleh Liputan6.comDiterbitkan 30 September 2017, 19:00 WIB
Pelatih Manchester United (MU), Jose Mourinho(Geoff CADDICK / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Pelatih adalah roda yang paling penting dalam dunia sepak bola. Mereka bahkan menjelma jadi idola fans berkat tangan dinginnya. Namun, bagaimana kalau si pelatih berkhianat?

Tak ada rasa sakit yang lebih mendalam bagi fans Chelsea melihat Jose Mourinho bergabung dengan Manchester United. Bahkan, dia di sana sejauh ini meraih sukses, seperti mengantarkan Setan Merah meraih gelar Liga Europa.

The Special One sebenarnya sudah dianggap legenda oleh para suporter Chelsea. Hal ini membuat hubungannya dengan mantan klubnya itu merenggang.

Nah, selain Mourinho, ada beberapa pelatih lain yang jadi pengkhianat di dunia sepak bola. Siapa saja? Berikut daftarnya dikutip Sportskeeda:


Leonardo

Leonardo Araujo (AFP PHOTO/FRANCISCO LEONG)

Mantan gelandang Brasil itu sebenranya memperkuat AC Milan selama rentang waktu lima tahun dalam kariernya. Tujuh tahun setelah pensiun di AC Milan pada tahun 2003, Leonardo kembali ke San Siro untuk menjadi pelatih klub kesayangannya tahun 2010.

Namun, kiprah Leonardo singkat meski dimulai dengan bagus. Leonardo menerapkan formasi baru di Italia, yakni 4-2-1-3 dengan fokus pada penggunaan maksimum pemain produktif, seperti Ronaldinho, Andrea Pirlo dan Clarence Seedorf.

Pada paruh pertama musim itu tampak solid. Namun, Rossoneri mulai goyah putaran kedua. Leonardo berhenti dari AC Milan setelah hubungan yang tegang dengan Presiden Silvio Berlusconi.

Akan tetapi, seolah itu belum cukup, Leonardo malah bekerja sama dnegan Massimo Moratti yang notabene Presiden Inter yang menunjuknya sebagai pelatih kepala pada tahun berikutnya. Penggemar Milan merasa terpukul saat Leonardo dianggap mulai tampil lebih baik dari pendahulunya Jose Mourinho dan Rafael Benitez.

Namun, mereka mungkin merasa nyaman saat Inter dikalahkan 0-3 oleh Rossoneri dalam sebuah derbi. Leonardo mengundurkan diri setelah hanya satu tahun sebagai manajer Nerazzurri. Para pendukung Milan tentu senang melihatnya gagal.


Alex McLeish

Birmingham City's Alex McLeish (AFP PHOTO/Ian Kington)

Lanjut Baca:

Birmingham City adalah klub Liga Inggris pertama yang ditangani Alex McLeish dalam kariernya. Pelatih Skotlandia itu mengambil alih kekuasaan klub tersebut pada 2007 dan membantu mereka mencapai puncak dalam empat tahun masa jabatannya. Bersama McLeish, dari 13 pertandingan musim 2009-10, Brimingham jalani musim terbaik yang pernah dijalankan pada papan atas. Dia adalah pelatih Birmingham pertama yang memenangkan penghargaan Manajer of the Month, menerima penghargaan tersebut pada bulan Desember 2009. Pada akhir musim itu, McLeish membawa timnya finish ke-9. Itu adalah posisi tertinggi Birmingham di Premier League. Namun, saat-saat indah itu musnah musim depan. Meskipun terdegradasi ke divisi bawah, Brimingham berniat kembali mempercayakan McLeish di kursi panas. Akan tetapi, McLeish memutuskan untuk berpisah dengan mereka, dan menandatangani kontrak dengan rival, Aston Villa lima hari setelah meninggalkan Birmingham pada Juni 2011. Langkah tersebut sangat membuat marah Birmingham yang mencoba menggugatnya di bawah tuduhan pelanggaran kontrak. Mereka memprotes keras penunjukan dia yang menyebabkan kerusuhan di Villa Park. McLeish akhirnya gagal di Aston Villa. Klub finis di posisi 16 yang hanya berjarak dua poin di atas zona degradasi. McLeish dipecat pada bulan Mei hanya dalam satu musim.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya