KOLOM: Ancelotti, Korban Ketidakjelasan Misi

Ancelotti akhirnya resmi dipecat Bayern Munchen menyusul penampilan buruk di Liga Champions.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 29 September 2017, 08:00 WIB
Kolom Bola Asep Ginanjar (Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta “Saya pikir, yang kita saksikan tadi itu bukan Bayern Muenchen!” Itulah kata-kata yang dilontarkan Karl-Heinz Rummenigge, CEO Bayern Muenchen, di tengah-tengah skuat Bayern, juga pelatih Carlo Ancelotti, usai Thomas Mueller dkk. disikat Paris Saint-Germain tiga gol tanpa balas.

Bila kata-kata itu meluncur dari awam atau sekadar pundit, rasanya itu cuma kritik ringan semata. Namun, karena meluncur dari mulut Rummenigge, tentu saja bobot kata-kata itu jauh lebih berat. Itu bukan sekadar kritik. Itu juga ancaman sekaligus titah. Bukan hanya bagi Mueller cs., melainkan terutama sekali untuk sang pelatih.

Seperti sempat disinggung di kolom ini dua pekan lalu (Baca: Ancelotti Menghitung Hari?), kata-kata pedas itu bisa jadi merupakan ultimatum bagi Ancelotti. Apalagi, dalam kalimat penutupnya, Rummenigge dengan tegas meminta laskar pimpinan Ancelotti segera kembali menjadi Bayern yang sesungguhnya.

“Sangat penting bagi kami untuk secepatnya bangkit kembali setelah laga ini dan menunjukkan diri sebagai Bayern Muenchen. Itu berarti juga menunjukkan bahwa kami adalah tim yang menimbulkan ketakutan di Eropa dan di level nasional seperti dalam beberapa tahun belakangan,” kata dia. “Harus ada konsekuensi dari hal ini!”

Ucapan Rummenigge tak bisa dipandang enteng. Ketika dia mengatakan bahwa tim ini tak mencerminkan sebagai laskar Die Roten, itu secara tidak langsung menunjuk ke hidung sang pelatih. Rummenigge seolah ingin berkata, “Apa yang telah Anda lakukan sehingga kami kehilangan identitas?”

https://www.vidio.com/watch/865748-psg-3-0-bayern-munich-liga-champions-highlight-pertandingan-dan-gol-gol?channel_id=18098413

Menilik permainan Mueller cs. di Parc des Princes, sangat pantas Rummenigge mempertanyakan hal itu. Di stadion kebanggaan PSG itu, mereka tak ubahnya kumpulan pemain tanpa misi yang hanya bisa menggulirkan bola tanpa tujuan pasti.

Carlo Ancelotti tak lagi melatih Bayern Munchen (AP/Matthias Balk)

Lanjut Baca:

Oliver Kahn, mantan kiper kontroversial itu, terang-terangan menuding kekalahan telak di Parc des Princes adalah mutlak kesalahan sang pelatih. Dia mengatakan, Die Roten tak punya struktur dan seperti tak punya strategi. Mueller cs., kata dia, tak ubahnya hanya menemani anak-anak Unai Emery bermain di lapangan. Pada akhirnya, kurang dari 24 jam dari kekalahan itu, [Ancelotti ](3111490 "")secara resmi dinyatakan bukan lagi pelatih Mueller cs. Rupanya, inilah konsekuensi yang dimaksud Rummenigge dalam pidatonya di Paris.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya