Liputan6.com, Jakarta Kejam, begitu kata yang pantas untuk menggambarkan sepak bola saat ini. Bahkan, ada lima pelatih top yang justru menganggur karena jadi korban kekejaman tersebut.
Dewasa ini, sepak bola telah berubah menjadi sesuatu yang instan. Uang berbicara banyak, dan andai tak bisa memenuhi ekspetasi dalam waktu yang instan, siap-siap akan terdepak.
Advertisement
Lihat saja Frank de Boer bersama Crystal Palace. Cuma jalani empat laga di Liga Inggris, sang pelatih asal Belanda itu sudah dipecat dari kursinya lantaran dianggap tak bisa berikan hasil instan.
De Boer padahal sangat berpengalaman. Dia pernah juara di Belanda, dan juga kenyam pengalaman berharga di Italia.
Nah selain De Boer, ada lima pelatih lainnya yang punya nama besar tapi malah menganggur. Siapa saja? Berikut nama-namanya dikutip Sportskeeda:
Saksikan video pilihan lainnya di bawah ini:
Walter Mazzarri
Dari puncak malam Liga Champions bersama Napoli hingga waktu kelam di Watford. Semua itu dijalani oleh Walter Mazzarri.
Sebelum pindah ke Inter Milan pada musim panas 2013, Mazzarri telah membangun tim yang sangat bagus di Napoli yang merupakan langganan Liga Champions.
Kepindahannya ke Inter dipandang sebagai langkah menurun oleh banyak orang karena Nerazzurri memiliki enam manajer dalam tiga tahun sebelumnya sebelum mendaratkan Mazzarri.
Tidak mengherankan, dia gagal mengatasi tekanan untuk membangkitkan raksasa itu yang sudah lama tertidur. Dia kemudian dipecat setelah hanya 58 pertandingan yang bertanggung jawab.
Dia kembali ke karier kepelatihannya, kali ini menyebrang ke klub Liga Inggris, Watford. Namun dia tidak disediakan dana yang diperlukan untuk mendapatkan pemain yang bisa mewujudkan filosofinya.
Mazzarri bukanlah manajer yang buruk secara taktis. Jika diberi waktu, dia bisa membangun tim yang sangat bagus, seperti yang ditunjukkannya bersama Napoli.
Bersama Napoli, dia memenangkan Coppa Italia pada tahun 2012 dan menempati posisi kedua pada liga di belakang Juventus besutan Antonio Conte tahun 2013.
Thomas Schaaf
Manajer Jerman, Thomas Schaaf mungkin bukan nama yang terkenal di Eropa. Namun jika Anda bertanya kepada penggemar Werder Bremen, Schaff digambarkan bak pahlawan di sana.