Cara Pemkab Klungkung Bantu Siswa Terdampak Gunung Agung Sekolah

Para siswa terdampak Gunung Agung bersekolah terdekat di Kota Semarapura, Kabupaten Klungkung.

oleh Liputan6.com diperbarui 25 Sep 2017, 13:00 WIB
Gunung Agung merupakan gunung berapi aktif yang menjadi salah satu destinasi wisata adventure di Bali. Foto: Andi Jatmiko/ Liputan6.com.

Liputan6.com, Klungkung - Sebanyak 82 unit angkutan kota (angkot) yang beroperasi mengantar jemput siswa dan para pengungsi Gunung Agung secara gratis akan disiagakan Pemerintah Kabupaten Klungkung, Bali.

"Dengan adanya angkutan umum ini, dapat membantu para pengungsi, khususnya siswa-siswi yang mengungsi di sejumlah posko yang ada di Kabupaten Klungkung," kata Bupati Klungkung, Bali, I Nyoman Suwirta, di Kabupaten Klungkung, Senin (25/9/2017), dilansir Antara.

Ia berharap fasilitas bagi anak-anak pengungsi yang bersekolah di Kota Semarapura itu akan mendorong semangat mereka untuk tetap bersekolah dan mengenyam pendidikan layaknya dengan siswa-siswi di Kabupaten Klungkung.

"Kami menyiapkan angkutan gratis ini untuk memudahkan siswa-siswi kami dan para pengungsi untuk lebih mudah mengakses sarana pendidikan yang ada di daerah ini," ujarnya lagi.

Suwirta mengklaim 82 unit angkutan umum itu laik jalan dan sudah siap dioperasionalkan untuk melayani para pengungsi lainnya, selain siswa siswi. "Kami mohon para sopir angkot ini juga ikut membantu mengantar jemput anak-anak ke sekolah yang sudah dipilihnya," katanya.

Biaya operasional angkutan umum itu ditanggung sepenuhnya Pemkab Klungkung dan pembiayaannya sudah dianggarkan dalam APBD Perubahan 2017.

"Saya sudah memetakan untuk sekolah-sekolah terdekat yang dapat diakses para anak-anak pengungsi Gunung Agung agar mendapatkan pendidikan yang layak," katanya.

Selain itu, Suwirta mengimbau warga di Kabupaten Klungkung agar berkumpul di salah satu balai banjar apabila terjadi letusan Gunung Agung nantinya. "Jangan sampai, warga kami ada yang tidak mendapat tempat dan harus mengungsi," katanya.

Ia meminta para pengungsi di Balai Banjar yang jumlahnya 10 hingga 20 orang agar berkumpul di satu titik posko pengungsian. Hal itu sangat membantu dalam pendistribusian logistik dan keamanan para pengungsi sendiri.

Saksikan video pilihan berikut:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya