Liputan6.com, Magelang: Warga korban Merapi di Desa Kalibening, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, mengeluhkan soal biaya listrik PLN yang dianggap keterlaluan. Baru-baru ini Muhdi, seorang warga mengaku sudah sebulan tak menggunakan listrik tapi pembayaran rekening mahal. Biaya termasuk penyambungan listrik dan denda bulanan.
Keluhan warga Kalibening menyusul terjadinya letusan Merapi sejak 26 Oktober silam. Menurut warga PLN sudah tutup mata dan dinilai sangat keterlaluan. Sementara warga sangat kesulitan mendapatkan uang. Sebab tidak memiliki penghasilan apa-apa lagi.
Soal keluhan warga dibantah Manejer PLN UPJ Borobudur Irwan Handri Rahmadi. PLN tidak melakukan pungutan di luar ketentuan. Selama ini yang dilakukan PLN adalah membebaskan semua biaya atas kerusakan listrik. Irwan menambahkan, pihaknya selama ini berusaha memberbaiki jaringan listrik yang rusak di beberapa tempat.(AIS)
Keluhan warga Kalibening menyusul terjadinya letusan Merapi sejak 26 Oktober silam. Menurut warga PLN sudah tutup mata dan dinilai sangat keterlaluan. Sementara warga sangat kesulitan mendapatkan uang. Sebab tidak memiliki penghasilan apa-apa lagi.
Soal keluhan warga dibantah Manejer PLN UPJ Borobudur Irwan Handri Rahmadi. PLN tidak melakukan pungutan di luar ketentuan. Selama ini yang dilakukan PLN adalah membebaskan semua biaya atas kerusakan listrik. Irwan menambahkan, pihaknya selama ini berusaha memberbaiki jaringan listrik yang rusak di beberapa tempat.(AIS)