Karyawan Mi Instan Alhami Berunjuk Rasa

Ribuan karyawan PT Alhami berunjuk rasa di Poltabes Medan, Sumut, dan Kantor PWI setempat. Mereka mendukung penangkapan pemred dan redpel Jurnal Islam yang menuduh Alhami mengandung babi.

oleh Liputan6Diterbitkan 17 Maret 2002, 20:16 WIB
Liputan6.com, Medan: Seribu karyawan PT Alhami berunjuk rasa di Kepolisian Kota Besar Medan, Sumatra Utara, dan Kantor Persatuan Wartawan Indonesia Medan, Sabtu (16/3). Mereka mendesak kepolisian setempat menangkap Pemimpin Redaksi Jurnal Islam Syarif Haris dan Redaktur Pelaksana Ragil Wibowo. Desakan itu dilakukan menyusul tulisan Syarif di tabloid yang terbit di Jakarta tersebut perihal produk mi instan Alhami yang mengandung lemak babi. Di mata para pengunjuk rasa, tulisan Syarif bisa membahayakan kelangsungan perusahaan tempat mereka mencari nafkah.

Para demonstran datang dengan sepuluh bus. Tapi, aksi berlangsung damai. Mereka hanya berorasi dan menggelar spanduk berisi kecaman terhadap pimpinan tabloid Jurnal Islam. Sebenarnya, kasus ini bermula dari rencana tabloid yang terbit tiap Jumat itu beriklan di Harian Waspada Medan. Untuk itu, Syarif dan Ragil langsung datang ke Medan. Tapi, rencana tersebut ditolak pihak Harian Waspada lantaran iklan tersebut berbau suku, agama, dan ras (SARA).

Selanjutnya, tak diketahui jelas, rencana Jurnal Islam itu ternyata terdengar pihak produsen mi instan Alhami. Yang disebut terakhir ini kemudian mengadukan kedua tersangka ke polisi. Menurut pihak Alhami, sesuai keterangan Balai Pengawas Obat dan Makanan, mi instan Alhami tak mengandung lemak babi. Sedangkan Syarif mengatakan, materi yang ditulisnya baru sebatas mempertanyakan perihal produk Alhami mengandung lemak babi atau tidak.

Syarif dan Ragil akan dijerat Pasal 15 Undang-undang Nomor 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Mereka dituduh menyiarkan kabar yang tak pasti dan dapat menimbulkan keresahan di masyarakat. Bila terbukti, kedua tersangka dapat dihukum kurungan selama dua tahun.(SID/Tim Liputan 6)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya