Nasib TKW, Disiksa dan Hilang Tanpa Kabar

Beragam kabar tentang penyiksaan yang dialami para tenaga kerja wanita kita di negara lain terus terkuak. Mulai dari disiksa majikan hingga yang hilang tanpa kabar.

oleh Liputan6Diterbitkan 22 November 2010, 17:22 WIB
Liputan6.com, Garut: Kekerasan terhadap tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi membuat masyarakat resah akan nasib keluarganya yang bekerja di negara tersebut. Pasalnya, beragam kabar tentang penyiksaan yang dialami para tenaga kerja wanita kita di negara lain terus terkuak.

Enden Puspita Sari, misalnya. TKW asal Ciawi Kepuh, Desa Majasari, Cibiuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat ini menderita depresi setelah pulang dari Oman. Orangtuanya mengatakan sebelum berangkat ke Oman sang anak sehat. Selama di Oman dia menelpon keluarganya dan bercerita kalau sering disiksa dan dicambuk majikan. Enden hanya bertahan 14 bulan dan pulang ke Indonesia pada April 2010.

Cerita sedih lainnya datang dari Karno. Isterinya Harti yang bekerja sebagai pembantu di Riyadh, Arab Saudi, sejak enam tahun lalu selalu disiksa karena menolak dikawini sang majikan. Semua cerita sedih itu terungkap melalui surat yang dikirim Harti melalui temannya.

Keresahan juga dialami Bejo di Desa Bodag, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Sudah tiga tahun isterinya Susanti bekerja di Abha, Arab Saudi dan hingga kini tanpa kabar. Ia sudah berusaha mencari Susanti melalui perusahaan tenaga kerja yang memberangkatkan serta Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Madiun, tapi selalu gagal.(ADO)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya