5 Reaksi Pembalap MotoGP Soal Revisi Flag to Flag

Pembalap MotoGP sudah menjajal revisi flag to flag di latihan bebas kedua (FP2) jelang balapan di Inggris.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 27 Agustus 2017, 06:48 WIB
Para pebalap mengganti motor di pitbox dalam situasi balapan flag-to-flag pada MotoGP Argentina di Sirkuit Termas de Rio Hondo, 3 April 2016. (Bola.com/Autosport)

Liputan6.com, Jakarta - MotoGP telah melakukan pengujian terkait penggunaan sistem baru Flag to flag seusai menjalani sesi latihan bebas kedua di Sirkuit Silverstone, Jumat (25/8/2018) kemarin. Perbedaan dari aturan yang baru direvisi ini adalah para pembalap harus masuk ke dalam garasi dan tidak diperkenankan untuk berpindah dari satu motor ke motor lain seperti yang pernah dilihat sebelumnya.

Perubahan sistem baru flag to flag ini terkait insiden kecelakaan yang menimpa Aleix Espargaro dan Andrea Iannone di Sirkuit Brno, Republik Ceko. Direktur Balap Mike Webb akhirnya merespon usulan sejumlah pembalap MotoGP terkait pergantian motor saat ada perubahan cuaca ketika balapan berlangsung.

Pada sistem baru ini, Webb memberikan instruksi kepada setiap tim untuk menempatkan kru yang bertugas sebagai lolipop man. Nantinya dia bekerja untuk mengawasi lalu lintas di dalam pit stop.

Dengan revisi ini diharapkan, pengaturan masuk dan keluar pembalap MotoGP ketika flag to flag diberlakukan bisa lebih teratur. Yang paling penting, flag to flag bisa dilaksanakan dengan aman.

Lantas seperti apa komentar para pembalap setelah menjajal sistem baru ini? Berikut 5 reaksi pembalap MotoGP soal sistem baru flag to flag:




Marc Marquez dan Dovizioso

Marc Marquez tak banyak berkomentar soal revisi sistem flag to flag

1. Marc Marquez

Tentang pergantian motor saya tidak bisa banyak bicara. Itu karena saya tidak mencoba motor kedua saya yang mengalami kerusakan. Dalam hal ini pembalap lain harus memberikan komentar mereka.

2. Andrea Dovizioso

Tidak mungkin untuk menemukan peraturan yang sempurna, karena dalam keputusan apapun ada yang positif dan negatif. Hari ini bagus untuk menguji sistem baru mendapatkan pengalaman dan sekarang di Komisi Keselamatan kita dapat berbicara tentang itu. Misalnya, tidak banyak pengendara masuk secara bersamaan, jadi lebih mudah soal itu.

Saya pikir itu cukup bagus, dengan cara Anda harus masuk, melompat ke motor dan keluar, saya pikir itu lebih aman. Tapi misalnya, sekarang kami menuju ke garasi dan saya tidak anggap bagian itu lebih aman. Karena pembalap harus berhenti dan masuk ke dalam garasi.

Itu tidak lebih aman, saya pikir sulit untuk menemukan cara yang benar-benar aman untuk membahas mengenai flag to flag. Tapi kami perlu menemukan solusi terbaik dan sekarang kita mengerjakannya.

Saya setuju dengan memiliki kru yang bertugas dengan lolipop. Saya pikir itu baik untuk memiliki kru yang bertugas sebagai lolipop, seperti dengan F1. Orang itu memiliki visi yang jelas dan saya pikir ini jauh lebih baik, lebih aman dan Anda tidak kalah banyak.

Lanjut Baca:

3. Maverick VinalesSejujurnya, saya suka ketika saya mencobanya dan merasa nyaman. Anda harus menunggu mekanik Anda untuk mengatakan bahwa Anda bisa pergi, pokoknya saya merasa lebih aman, Anda punya lebih banyak tempat.4. Dani PedrosaBagi saya, itu tidak berbeda dengan gaya yang saya gunakan karena sudut motornya lebih dekat. Saya tidak banyak mencari dan memeriksa montir saya. Bagi saya apa yang tidak bagus adalah stiker kecil di lantai. Karena tanda pada setiap kotak pit sangat sulit untuk melihat mana yang menjadi milik Anda dan sulit diingat jika Anda pergi setelah atau sebelumnya.Anda harus melihat lantai saat Anda harus melihat montir Anda, Anda perlu melihat ke bawah dan kemudian dengan cepat naik dan menemukan montir Anda. Dalam skenario in,i Marc dan saya pergi ke gerbang yang sama dan warnanya sama. Ini sedikit membingungkan, sudut motor dan persimpangannya tidak begitu berbeda dengan apa yang sebelumnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya