RI Jajaki Peluang Impor Gas dari Singapura

Harga gas dari Singapura jauh lebih murah dibanding dengan gas lokal

oleh Pebrianto Eko Wicaksono diperbarui 21 Agu 2017, 21:30 WIB
Ilustrasi Foto Gas Bumi (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Indonesia sedang menjajaki impor Gas Alam Cair (Liqufied Natural Gas/LNG) dari Singapura, untuk memenuhi kebutuhan enegi pembangkit listrik. Hal tersebut dilakukan karena harga yang ditawarkan Singapura jauh lebih murah dibanding gas lokal.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Indonesia mendapat tawaran pasokan gas dari perusahaan penjual gas asal Singapura Keppel Offshore and Marine, ‎ dengan harga yang jauh lebih murah ketimbang gas lokal.

"Murah. Mereka tawarkan lebih murah," kata Luhut, di Kantor Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin (21/8/2017).

Menurut Luhut, tawaran tersebut sedang dipertimbangkan. Pasalnya, saat ini pemerintah sedang berupaya menurunkan harga gas, agar masyarakat bisa menikmati gas dengan harga terjangkau.

"Kalau dia kasih harga menarik kita timbang dong, kan ujungnya ke harga jual ke masyarakat juga," tutur Luhut.

Luhut mengungkapkan, nantinya gas terebut bisa diserap Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) yang tersebar dengan kapasitas total 500 Mega Watt (MW). Namun rencana impor gas tersebut final dan akan dimatangkan dalam pertemuan pertemuan Pemerintah Indonesia dan Singapura.

"Ini belom final, tandatangan nanti pas pertemuan Indonesia - Singapur. Terus terang ada politik politiknya, tapi ini kan biar kita efisien," tutup Luhut.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya