5 Alasan MU Sulit Juara Liga Inggris 2017/18

Fans MU wajib berdebar-debar menanti peluang tim kesayangannya di Liga Inggris 2017/18.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 12 Agustus 2017, 19:00 WIB
Masih banyak kekurangan yang dimiliki MU bersama Jose Mourinho

Liputan6.com, Jakarta - Musim ini mungkin jadi yang paling dinantikan sepanjang masa oleh pencinta Liga Inggris, khususnya Manchester United (MU). Sebab, pergerakan di bursa transfer sangat sibuk dan MU sukses datangkan beberapa nama tenar.

Pasukan Jose Mourinho ini mendatangkan beberapa nama yang menjadi pelengkap puzzle tim. Romelu Lukaku, Nemanja Matic, dan Victor Lindelof diprediksi bakal jadi amunisi yang mengerikan buat mereka.

Jelas, judul artikel ini membuat kecewa fans MU. Tapi faktanya, meski sudah gelontorkan banyak uang, Red Devils sedikit ketinggalan dalam persiapan klub.

Jika dibandingkan Liverpool, Chelsea, Arsenal atau Manchester City, MU kerap tidak mendapatkan pemain yang dibidik. Salah satunya yaitu Alvaro Morata, James Rodriguez dan Ivan Perisic.

Untuk lebih jauhnya, kami mencoba menguraikan alasan mengapa MU tak akan juara Liga Inggris musim ini. Berikut kami sajikan kami kutip dari Sportskeeda:


5. Skuat Tidak Memiliki Keseimbangan

Belum ada keseimbangan di permainan MU sehingga dengan mudah kalah dari Real Madrid di Piala Super Eropa

Ini mungkin sedikit kontroversial. Tapi, andai ditilik lebih dalam, skuat United terdapat celah menganga. Kedatangan Victor Lindelof menambah kekuatan pertahanan, tapi pada lini tengah dan serangan mereka tidak memiliki kekuatan yang diperlukan untuk bersaing jauh di Liga Inggris.

Sebagian besar pemain di lini tengah tidak memberi mereka banyak variasi taktik. Kedatangan Nemanja Matic membantu. Tapi dia sama sekali tidak mewakili pemain yang United butuhkan. Ketiadaan pemain kompeten dari sayap juga menjadi perhatian, itulah sebabnya mereka menginginkan Ivan Perisic.

Ada nama Henrikh Mkhitaryan sebenarnya yang bisa bermain dalam peran itu. Tapi, dia lebih baik berada di tengah.

Mereka membutuhkan satu pemain untuk memperbaiki masalah ini dan seseorang seperti Emil Forsberg atau Ivan Perisic bisa jadi jawaban. Saat ini, sepertinya tak ada sinyal United akan kembali datangkan pemain pada 18 hari tersisa di pasar


4. Juan Mata Jarang Dimaksimalkan

MU harus maksimalkan Juan Mata musim ini

Sesuatu yang hilang. Inilah pemikiran yang pasti muncul di benak fans yang menyaksikan laga Piala Super Eropa antara Manchester United dan Real Madrid. Tim tampak sangat tergesa-gesa dan tak memperlihatkan transisi yang bagus.

Perbedaan antara kelas di dua tim tampak jelas. Hal ini membuat kesimpulan bahwa Mourinho perlu menambahkan pemain kreatif lain dalam tim untuk bergabung dengan titik-titik lemah skuat.

Mereka sejatinya sudah memilikinya dalam diri Juan Mata. Namun, desakan Mourinho untuk memiliki tim yang ketat bahkan dengan mengorbankan kebebasan kreatif adalah sesuatu yang membuat Mata tersingkir.

Sebenarnya, pemain Spanyol tersebut telah sering digunakan di United daripada di Chelsea oleh Mourinho. Tapi, dia masih belum jadi yang utama seperti kala perkuat Chelsea sebelum kedatangan Mourinho.

Lanjut Baca:

United boleh dibilang sangat berjudi memplot Romelu Lukaku sebagai penyerang utama sepanjang musim. Dia mungkin telah menjadi pencetak gol konsisten di Liga Inggris bersama Everton. Tapi ini adalah pertama kalinya dia bermain sebagai striker reguler untuk klub papan atas.Tekanan bermain di Old Trafford bisa jadi masalah. Di Everton, dia tidak harus bermain dengan harapan memimpin klubnya juara Liga Inggris. Ini tentu sesuatu yang lain dengan MU.Melawan Real Madrid, dia mengalami permainan yang buruk. Hal itu karena dia melewatkan sejumlah kesempatan terbuka untuk cetak gol dan sering kali salah dalam sentuhan pertamanya. Bisakah Lukaku membuktikan kehebatannya bersama MU? Ini pantas dinanti saat Lukaku diturunkan sebagai starter di laga pembuka melawan West Ham pada Minggu (13/8/2017).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya