Liputan6.com, Jakarta - Musim ini mungkin jadi yang paling dinantikan sepanjang masa oleh pencinta Liga Inggris, khususnya Manchester United (MU). Sebab, pergerakan di bursa transfer sangat sibuk dan MU sukses datangkan beberapa nama tenar.
Pasukan Jose Mourinho ini mendatangkan beberapa nama yang menjadi pelengkap puzzle tim. Romelu Lukaku, Nemanja Matic, dan Victor Lindelof diprediksi bakal jadi amunisi yang mengerikan buat mereka.
Advertisement
Jelas, judul artikel ini membuat kecewa fans MU. Tapi faktanya, meski sudah gelontorkan banyak uang, Red Devils sedikit ketinggalan dalam persiapan klub.
Jika dibandingkan Liverpool, Chelsea, Arsenal atau Manchester City, MU kerap tidak mendapatkan pemain yang dibidik. Salah satunya yaitu Alvaro Morata, James Rodriguez dan Ivan Perisic.
Untuk lebih jauhnya, kami mencoba menguraikan alasan mengapa MU tak akan juara Liga Inggris musim ini. Berikut kami sajikan kami kutip dari Sportskeeda:
5. Skuat Tidak Memiliki Keseimbangan
Ini mungkin sedikit kontroversial. Tapi, andai ditilik lebih dalam, skuat United terdapat celah menganga. Kedatangan Victor Lindelof menambah kekuatan pertahanan, tapi pada lini tengah dan serangan mereka tidak memiliki kekuatan yang diperlukan untuk bersaing jauh di Liga Inggris.
Sebagian besar pemain di lini tengah tidak memberi mereka banyak variasi taktik. Kedatangan Nemanja Matic membantu. Tapi dia sama sekali tidak mewakili pemain yang United butuhkan. Ketiadaan pemain kompeten dari sayap juga menjadi perhatian, itulah sebabnya mereka menginginkan Ivan Perisic.
Ada nama Henrikh Mkhitaryan sebenarnya yang bisa bermain dalam peran itu. Tapi, dia lebih baik berada di tengah.
Mereka membutuhkan satu pemain untuk memperbaiki masalah ini dan seseorang seperti Emil Forsberg atau Ivan Perisic bisa jadi jawaban. Saat ini, sepertinya tak ada sinyal United akan kembali datangkan pemain pada 18 hari tersisa di pasar
4. Juan Mata Jarang Dimaksimalkan
Sesuatu yang hilang. Inilah pemikiran yang pasti muncul di benak fans yang menyaksikan laga Piala Super Eropa antara Manchester United dan Real Madrid. Tim tampak sangat tergesa-gesa dan tak memperlihatkan transisi yang bagus.
Perbedaan antara kelas di dua tim tampak jelas. Hal ini membuat kesimpulan bahwa Mourinho perlu menambahkan pemain kreatif lain dalam tim untuk bergabung dengan titik-titik lemah skuat.
Mereka sejatinya sudah memilikinya dalam diri Juan Mata. Namun, desakan Mourinho untuk memiliki tim yang ketat bahkan dengan mengorbankan kebebasan kreatif adalah sesuatu yang membuat Mata tersingkir.
Sebenarnya, pemain Spanyol tersebut telah sering digunakan di United daripada di Chelsea oleh Mourinho. Tapi, dia masih belum jadi yang utama seperti kala perkuat Chelsea sebelum kedatangan Mourinho.