Liputan6.com, Kudus: Banyak cara dilakukan oleh orang untuk menggalang dana bagi korban bencana. Di Kudus, Jawa Tengah, para pelaku seni barongan menggalang dana peduli bencana Merapi dan tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, dengan beraksi di kampung-kampung dan pasar, baru-baru ini.
Para pelaku seni barongan yang mengumpulkan dana berasal dari Desa Wergu Wetan, Kudus. Mereka harus berjalan kaki sejauh dua kilometer untuk berkeliling di sejumlah pasar di Kota Kudus.
Menurut Achmadi, pelaku seni, awalnya mereka berangkat dari Kampung Wergu. Kemudian menyusuri Jalan Johar, Jalan Agus Salim, dan Jalan Tanjung. Di sepanjang jalan itu, mereka mempertunjukkan kebolehannya mementaskan barongan. Setelah itu baru mereka menuju Pasar Wergu dan Pasar Kliwon untuk melakukan hal yang sama.
Achmadi menambahkan, pentas barongan dilakukan untuk menggugah kepedulian masyarakat kepada korban bencana. Selain itu, juga untuk melestarikan barongan yang kian hari semakin ditinggalkan generasi muda. Upaya yang dilakukan pelaku seni itu membuahkan hasil. Mereka berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp 2,5 juta dan langsung disumbangkan melalui PMI cabang Kudus.
Kusrini, pedagang buah, mengaku ikhlas menyisihkan hasil penjualannya untuk para korban bencana. "Saya sangat terharu Mas. Saya tidak bisa membayangkan kalau yang kena (bencana) saya," ujar Kusrini.(ULF)
Para pelaku seni barongan yang mengumpulkan dana berasal dari Desa Wergu Wetan, Kudus. Mereka harus berjalan kaki sejauh dua kilometer untuk berkeliling di sejumlah pasar di Kota Kudus.
Menurut Achmadi, pelaku seni, awalnya mereka berangkat dari Kampung Wergu. Kemudian menyusuri Jalan Johar, Jalan Agus Salim, dan Jalan Tanjung. Di sepanjang jalan itu, mereka mempertunjukkan kebolehannya mementaskan barongan. Setelah itu baru mereka menuju Pasar Wergu dan Pasar Kliwon untuk melakukan hal yang sama.
Achmadi menambahkan, pentas barongan dilakukan untuk menggugah kepedulian masyarakat kepada korban bencana. Selain itu, juga untuk melestarikan barongan yang kian hari semakin ditinggalkan generasi muda. Upaya yang dilakukan pelaku seni itu membuahkan hasil. Mereka berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp 2,5 juta dan langsung disumbangkan melalui PMI cabang Kudus.
Kusrini, pedagang buah, mengaku ikhlas menyisihkan hasil penjualannya untuk para korban bencana. "Saya sangat terharu Mas. Saya tidak bisa membayangkan kalau yang kena (bencana) saya," ujar Kusrini.(ULF)