Liputan6.com, Madrid - Status Real Madrid sebagai pengoleksi gelar Liga Champions terbanyak ternyata tidak berdampak di Piala Super Eropa. Klub raksasa asal Spanyol itu ternyata punya prestasi yang kurang menggembirakan di ajang ini.
Real Madrid tercatat sebagai klub dengan gelar Liga Champions terbanyak, yaitu dengan 12 gelar. Selain itu, Los Blancos juga mencatatkan sejarah setelah menjadi klub pertama dalam format baru Liga Champions, yang bisa menjadi juara dua musim berturut-turut.
Advertisement
Meskipun sudah 12 kali juara Liga Champions, kiprah Real Madrid di Piala Super Eropa tidak selalu menggembirakan.
Piala Super Eropa diadakan kali pertama pada 1972, sedangkan Real Madrid baru menjadi juara Liga Champions lagi pada musim 1997-98. Hal tersebut membuat Real Madrid memulai debutnya di Piala Super Eropa pada 1998.
Hingga kini, El Real tercatat telah tampil dalam lima laga Piala Super Eropa. Namun, hanya tiga di antaranya yang menjadi juara.
Kali terakhir Real Madrid menjadi juara terjadi pada tahun 2016. Saat itu, Real Madrid menumbangkan sesama klub asal Spanyol, Sevilla.
Berikut ini adalah catatan kiprah Real Madrid pada Piala Super Eropa:
Piala Super Eropa 1998
Pada 1998, Piala Super Eropa masih mempertemukan juara Liga Champions dengan juara Piala Winners. Saat itu, Real Madrid menghadapi klub asal Inggris, Chelsea.
Laga yang berlangsung di Stade Louis II, Monako tersebut berjalan sengit. Real Madrid yang ditangani Guus Hiddink dibuat kesulitan oleh Chelsea besutan Gianluca Vialli.
Tujuh menit sebelum waktu normal berakhir, Chelsea unggul setelah Gustavo Poyet membobol gawang Real Madrid yang dikawal Bodo Illgner.
Gol Poyet menjadi satu-satunya gol pada laga tersebut. Impian Los Blancos untuk menjuarai gelar perdana di Piala Super Eropa pun pupus.
Piala Super Eropa 2000
Real Madrid maju ke laga Piala Super Eropa 2000 setelah menjadi juara Liga Champions 1999-00 dengan mengalahkan Valencia. Lawan Real Madrid adalah Galatasaray yang menjuarai Piala UEFA dengan mengalahkan Arsenal.
Real Madrid tertinggal pada babak pertama setelah Mario Jardel mengantarkan Galatasaray unggul lewat titik putih. Los Blancos baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-79 melalui eksekusi penalti Raul Gonzalez.