Liputan6.com, Paris - Neymar resmi meninggalkan Barcelona untuk Paris Saint-Germain (PSG). Dia menjadi pemain termahal dunia dengan nilai transfer 222 juta euro atau sekitar Rp 3,5 triliun.
Advertisement
Kepindahan Neymar menggandakan rekor sebelumnya yang tercatat atas nama Paul Pogba.
Manchester United (MU) mengeluarkan 105 juta euro demi memboyong pemain asal Prancis itu ke Old Trafford pada tahun lalu.
Meski tinggi, transfer Pogba masih bisa dimengerti karena status MU. Namun, tidak pada kesempatan kali ini. PSG tidak memiliki tradisi dan prestasi kuat seperti Barcelona.
Lalu, mengapa Neymar mau meninggalkan salah satu klub tersukses dunia untuk tim yang menduduki peringkat 2 Ligue 1 dan tidak pernah memenangi Liga Champions? Berikut beberapa alasannya.
Peran di Barcelona
Neymar telah menciptakan salah satu trisula paling maut sepanjang sejak sejarah sepak bola bersama Lionel Messi dan Luis Suarez. Namun, Neymar merasa perannya berkurang pada 2016/2017.
Dia hanya menciptakan 13 gol di La Liga. Angka tersebut merupakan penurunan ketimbang dua musim sebelumnya. Neymar minimal 20 kali merobek gawang lawan.
Kemerosotan tersebut membuat Neymar merasa menjadi pelayan Messi dan Suarez. Berbanding dua koleganya, produktivitasnya memang kalah. Messi membuat 37 gol dan Suarez mencetak 29 gol.
Jadi Sosok Utama
Meski golnya berkurang, Neymar beberapa kali jadi aktor Barcelona pada 2016/17. Dia membantu El Azulgrana melakukan comeback melawan PSG dengan dua kali mencatatkan nama di papan skor, memenangkan penalti, dan memberi assist bagi pencetak gol penentu, Sergi Roberto.
Kinerja ini menunjukkan Neymar mampu mengangkat Barcelona meski Messi berada di tim. Jika Messi absen, sinarnya pun makin terang. Neymar menciptakan rata-rata satu gol ketika Messi cedera pada akhir September 2016.
Dengan capaian tersebut, Neymar merasa layak mendapat tanggung jawab lebih.
Prestasi Individu
Ambisi Neymar jadi bintang utama berujung pada hasratnya memenangi penghargaan pemain terbaik. Kini ia berusia 25 tahun, capaian terbaiknya adalah menempati peringkat ketiga pada edisi 2015.