Kala Djarot Tak Yakin dengan Rencana Pemindahan Ibu Kota

Djarot meminta wacana pemindahan ibu kota tidak diperlebar.

oleh Delvira Hutabarat diperbarui 31 Jul 2017, 06:19 WIB
Plt Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat saat mengikuti pelantikan Gubernur definitif DKI Jakarta di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/6). Pelantikan ini sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 76P Tahun 2017. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Pada saat Lebaran Betawi 2017, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyampaikan ketidakyakinannya soal wacana pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Ungkapan itu disampaikan Djarot di hadapan Presiden Jokowi dan warga yang hadir.

"Kalaupun ada wacana pindah (ibu kota), maaf Bapak Presiden, kami masih belum yakin, Terhadap aura dan cikal bakal bahwa Jakarta adalah miniatur Indonesia," kata Djarot di Setu Babakan, Jakarta, Minggu (30/7/2017).

Djarot meminta wacana pemindahan ibu kota tidak diperlebar. Saat ini yang terpenting adalah bagaimana cara untuk memajukan Jakarta agar sejajar ibu kota negara maju.

"Hal seperti ini tidak perlu diwacanakan terlalu melebar, yang penting kita kerja keras. Jakarta sebagai ibu kota negara yang bukan hanya dibanggakan bangsa Indonesia tapi sejajar ibu kota negara lain," ucap dia.

Salah satu faktor yang membuat Jakarta unggul sebagai ibu kota, kata Djarot, adalah Jakarta kota majemuk dan pelopor kebinekaan.

"Saya sampaikan bahwa orang Betawi, budaya Betawi adalah pelopor kebineka tunggal ikaan. Bukan tanpa alasan Bung Karno menunjuk dan menetapkan Jakarta sebagai ibu kota negara RI, karena miniatur Indonesia itu ada di Jakarta," ujar Djarot.

Saksikan video menarik di bawah ini:

 

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya