Akhir Perselisihan Mercedes-Benz dan Chery

Mercedes-Benz telah menyelesaikan perselisihan dengan pabrikan asal Tiongkok, Chery Automobile.

oleh Rio Apinino diperbarui 18 Jul 2017, 20:00 WIB
Generation EQ milik Mercedes-Benz (Foto: LeftLane News).

Liputan6.com, Stuttgart - Mercedes-Benz telah menyelesaikan perselisihan dengan pabrikan asal Tiongkok, Chery Automobile, soal hak menggunakan merek dagang "EQ" untuk mobil listrik.

Tahun lalu, Mercedes mengumumkan akan membuat merek bernama "EQ" untuk semua kendaraan dan teknologi elektrifikasi. Mereka bahkan memperkenalkan mobil konsep bernama Generation EQ di ajang Paris Motor Show. EQ sendiri adalah singkatan dari Electric Intelligence.

Namun sebelum pengumuman itu, Chery telah terlebih dulu menjual mobil mini listrik yang disebut eQ (dengan huruf "e" kecil) beberapa tahun terakhir. Merasa dirugikan, Chery kemudian mengajukan gugatan kepada regulator merek dagang Tiongkok, awal tahun ini.

Perselisihan sempat memanjang sampai kemudian keduanya sepakat untuk tetap bisa menggunakan nama merek dagang, baik di dalam atau di luar Tiongkok.

"Saya senang bahwa Daimler (induk perusahaan Mercedes) dengan Chery setuju penggunaan kolektif akronim eQ dan EQ secara terbuka. Dengan saling pengertian ini, Chery dan Daimler berkomitmen untuk mendorong listrik di industri otomotif Tiongkok dan seluruh dunia," ujar Hubertus Troska, Daimler Board Member yang bertanggung jawab di wilayah Greater China, dikutip dari Motortrend.

"Kami memuji kesepakatan yang saling menguntungkan bersama Daimler tentang koeksistensi merek kami di seluruh dunia," sambung CEO Chery, Anning Chen, di kesempatan lain.

 

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya