Mahasiswa UB Malang Ciptakan Alat Pertahankan Kualitas Buah

Sebenarnya prinsip kerja Mazter relatif sederhana, karena kami hanya menggabungkan kulkas dan alat pencuci.

oleh Karmin Winarta diperbarui 14 Jul 2017, 15:00 WIB
Foto: Istimewa

Liputan6.com, Jakarta Berdasarkan data BPOM tahun 2015, sebanyak 37% produk pertanian dari 170 jenis komoditas ekspor Indonesia di bidang pertanian mendapat penolakan Uni Eropa karena masalah keamanan.

Hal ini disebabkan kurangnya perhatian pada aspek mutu dan keamanan pangan yang menjadi kendala produksi dan pemasaran buah-buahan Indonesia.

Lima mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya; Dimas Triardianto (TEP 2014), Bagus Wisnu Wardhani (TEP 2014), Singgih Mahardika Nugroho (TEP 2013), Casilda Aulia Rakhmadina (THP 2014), dan Faidiatul Andika Nuriah (THP 2014) dibawah bimbingan Dewi Maya Maharani, STP., M.Sc., menciptakan MAZTER (Automatic Ozone Sanitizer) sebagai alat pencuci dan penyimpan buah.

Mazter rancangan kelima mahasiswa FTP ini memiliki teknologi Dielectric Barrier Discharge yang secara otomatis menghasilkan ozon untuk mempertahankan kadar kualitas buahan buahan. Selain itu, alat ini juga mempunyai ruang penyimpan buah yang dilengkapi dengan sterilizer sehingga mengoptimalkan kerja MAZTER dalam mempertahankan kualitas mutu pada buah.

Singgih Mahardhika, salah satu anggota tim mengatakan sebenarnya banyak sekali buah buahan Indonesia yang unik dan bergizi, bahkan beberapa buah-buahan itu hanya terdapat di negara kita. Sayangnya produksi dan pemasaran para petani buah masih terkendala beberapa hal yang salah satunya adalah keamanan pangan sehingga sulit bersaing di pasaran luar negeri. Kami mencoba mengatasi hal ini melalui Mazter.

Sebenarnya prinsip kerja Mazter relatif sederhana, karena kami hanya menggabungkan kulkas dan alat pencuci. Jadi ibaratnya alat kami ini memiliki fungsi ganda, selain pencuci buah juga sekaligus penyimpan sehingga lebih efisien.

"Selain itu Mazter memiliki keunggulan lain, antaralain prosesnya dapat diatur secara otomatis, konsumsi energi rendah serta mengurangi penggunaan zat-zat kimia. Proses penggunaan mazter juga relatif mudah. Setelah proses pencucian selama sepuluh menit, buah akan disimpan dalam ruang penyimpan yang secara otomatis akan dialiri ozon selama 24 jam sekali yang bertujuan untuk proses sterilisasi.

Uji laboratorium yang kami lakukan membuktikan mazter dapat memperpanjang umur simpan serta menghilangkan bakteri, jamur, dan cemaran pestisida yang ada pada buah-buahan,” katanya.

Kelima mahasiswa ini berharap, Mazter yang dibuat dapat mengembangkan teknologi dibidang produksi buah-buahan berbasis Dielectric Barrier Discharge dan menjadi solusi efektif maraknya kontaminasi mikroba pada buah sehingga menyebabkan mudah rusak dan busuk. Selain itu, diharapkan Mazter dapat membantu pemerintah meningkatkan mutu dan keamanan pangan, khususnya buah-buahan di Indonesia.

Penulis:

 Faidiatul Andika

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya