Liputan6.com, Wonogiri: Wonogiri memiliki makanan khas, yakni pindang daging kambing. Makanan ini bisa dijumpai di wilayah Ngadirojo, Wonogiri, Jawa Tengah, tepatnya di Dusun Sambirejo.
Berbeda dengan masakan pindang pada umumnya yang berkuah, pindang ala Wonogiri ini terbuat dari gaplek atau ubi yang dikeringkan. Ubi kemudian digiling dan dimasak seperti bubur serta ditambah dengan jeroan kambing, kikil dan tulang kambing.
Pindang buatan Sinem ini terkenal di wilayah Wonogiri. Pembeli tak hanya datang dari daerah sekitar namun juga warga perantauan yang tengah berlibur di kampung halaman. Mereka menyempatkan diri bernostalgia dengan salah satu makanan khas Wonogiri ini. Rasa bubur gaplek yang khas ditambah aroma dari jeroan daging kambing membuat makanan buatan wanita paruh baya ini selalu dinanti pembeli tiap harinya.
Sinem, belum lama ini, mengaku usaha berjualan makanan khas pindang Wonogiri sudah dilakukan sejak 1975 meneruskan usaha dari neneknya. Tak dinyana pindang buatannya hingga kini masih diburu para pembeli. Tetap mempertahankan bumbu dan rasa yang khas peninggalan ibunya membuat makanan pindangnya tetap laris hingga sekarang.
Daun jati dipilih sebagai pembungkus makanan lantaran dipercaya masih mempertahankan rasa dari masakan. Satu bungkus pindang dging kambing dijual dengan harga Rp 1.000 hingga lima ribu rupiah. Nah, bagi para pecinta kuliner khas daerah jika penasaran dengan rasa pindang khas Wonogiri datanglah ke Dusun Sambirejo.(IAN)
Berbeda dengan masakan pindang pada umumnya yang berkuah, pindang ala Wonogiri ini terbuat dari gaplek atau ubi yang dikeringkan. Ubi kemudian digiling dan dimasak seperti bubur serta ditambah dengan jeroan kambing, kikil dan tulang kambing.
Pindang buatan Sinem ini terkenal di wilayah Wonogiri. Pembeli tak hanya datang dari daerah sekitar namun juga warga perantauan yang tengah berlibur di kampung halaman. Mereka menyempatkan diri bernostalgia dengan salah satu makanan khas Wonogiri ini. Rasa bubur gaplek yang khas ditambah aroma dari jeroan daging kambing membuat makanan buatan wanita paruh baya ini selalu dinanti pembeli tiap harinya.
Sinem, belum lama ini, mengaku usaha berjualan makanan khas pindang Wonogiri sudah dilakukan sejak 1975 meneruskan usaha dari neneknya. Tak dinyana pindang buatannya hingga kini masih diburu para pembeli. Tetap mempertahankan bumbu dan rasa yang khas peninggalan ibunya membuat makanan pindangnya tetap laris hingga sekarang.
Daun jati dipilih sebagai pembungkus makanan lantaran dipercaya masih mempertahankan rasa dari masakan. Satu bungkus pindang dging kambing dijual dengan harga Rp 1.000 hingga lima ribu rupiah. Nah, bagi para pecinta kuliner khas daerah jika penasaran dengan rasa pindang khas Wonogiri datanglah ke Dusun Sambirejo.(IAN)