Selamatkan Orang Tenggelam, 80 Orang Membentuk 'Rantai Manusia'

Meski tak saling kenal, orang-orang ini membentuk "rantai manusia" di sebuah pantai di Florida untuk menolong keluarga yang terjebak.

oleh Tanti Yulianingsih diperbarui 12 Jul 2017, 14:30 WIB
Rantai manusia di pantai Florida untuk menyelamatkan sebuah keluarga. (Facebook/Rosalind Beckton)

Liputan6.com, Florida - Sebanyak 80 pengunjung Panama Beach City,Florida, bahu-membahu menyelamatkan orang yang nyaris tenggelam. Caranya, dengan membentuk rantai manusia.  

Seperti diberitakan BBC, Rabu (12/7/2017), awalnya, dua anak Roberta Ursey, Noah (11) dan Stephen (8), terjebak di tengah laut saat sedang bermain papan luncur boogie board pada Sabtu 8 Juli 2017.

Mendengar dua anaknya berteriak minta tolong, Ursey langsung menghampiri. Namun, alih-alih menyelamatkan mereka, ia justru ikut terjebak di tengah gelombang ganas.

Seorang keponakan yang berusia 27 tahun, ibu Ursey yang berumur 67 tahun, dan suaminya (31) juga menjadi korban saat berusaha menolong. Pun dengan empat perenang lain yang berupaya memberikan bantuan.

Total, ada 10 orang yang terjebak di tengah laut--delapan orang dewasa, dan dua anak-anak. Mereka sudah berjuang keras menyelamatkan diri, tetapi tak kunjung berhasil.

Tak ada penjaga pantai yang berjaga kala itu, sementara aparat yang ada di sana memilih menunggu kapal penyelamat datang. 

Orang-orang yang ada di pantai sama sekali tak punya peralatan penyelamat. Mereka hanya punya boogie board, papan luncur, kaki, juga tangan. 

Para pengunjung tak ingin para korban menderita lebih lama. "Ayo bentuk rantai manusia," teriak mereka. 

Awalnya hanya lima relawan yang bersedia membentuk rantai manusia, kemudian bertambah jadi 15. Saat upaya itu tak kunjung berhasil, lebih banyak orang yang bergabung hingga jumlahnya mencapai 80 orang--beberapa dari mereka bahkan tak bisa berenang. 

Jessica dan Derek Simmons kemudian berenang melawan ombak menuju keluarga Ursrey.

"Aku berenang hingga ujung rantai manusia. Aku meyakinkan diri bahwa aku adalah perenang yang baik," kata Jessica Simmons kepada News Herald. 

Pertama-tama, pasangan itu menyelamatkan anak-anak. Noah dan Stephen ditarik ke rantai manusia yang terbentuk, yang secara estafet mengangkat mereka hingga ke pantai.

Saat Jessica Simmons meraih Roberta Ursrey, ibu berusia 34 tahun itu sudah kepayahan. 

"Awalnya kupikir aku akan mati," kata Ursrey. Ia sempat pingsan saat itu. Saat sadarkan diri di atas hamparan pasir, ia mendengar suara teriakan. 

Seseorang berteriak bahwa ibunya, Barbara Franz, yang masih ada di tengah laut, kena serangan jantung. 

Perempuan sepuh itu sempat menyerah, mengatakan pada para penyelamatnya untuk "membiarkannya pergi" dan menyelamatkan diri mereka sendiri. 

Namun, orang-orang berhati mulia itu tak patah arang. Rantai manusia kian membesar. "Mereka mengaitkan tangan dan lengan untuk menolong," kata Ursey. 

Selama sekitar sejam setelah upaya penyelamatan dilakukan, semua korban berhasil ditarik ke pantai. Barbara Franz, nenek yang kena serangan jantung langsung diberikan bantuan CPR. Kini, ia dirawat di rumah sakit. 

"Saya sangat bersyukur .... Orang-orang itu adalah malaikat dari Tuhan yang berada di tempat dan waktu yang tepat. Saya dan keluarga berutang nyawa kepada mereka. Tanpa mereka, kami tidak akan selamat," ujar Ursey.

Di tempat terpisah, Jessica Simmons juga merasa bersyukur, upaya penyelamatan yang dilakukan berhasil.

"Melihat orang-orang dari berbagai ras dan jenis kelamin, rela berkorban demi membantu orang asing adalah hal yang sangat menakjubkan! Mereka bahkan tak mengenal satu sama lain namun saling bergandengan tangan, masuk ke dalam air untuk membantu," kata dia.

Saksikan video menarik berikut ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya