Liputan6.com, London: Vaksin flu babi dapat menimbulkan gangguan saraf, Guillain-Barré syndrome (GBS), yang akan menyebabkan kelumpuhan. Para ahli tengah melakukan penelitian untuk menguji kemungkinan Vaksin Flu Babi dapat menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian.
Badan Pengawasan Obat Inggris (MHRA), Senin (18/10) telah mengumumkan bahwa tes lebih lanjut akan masalah ini sedang dilakukan. Dalam jurnal kesehatannya, MHRA berpendapat untuk sementara menghentikan penggunaan vaksin tersebut dan belum menentukan apakah vaksin ini dapat memberikan efek buruk bagi sistem syaraf.
"Sampai saat ini kami belum bisa menentukan apakah ada hubungannya Vaksin Virus H1N1 dapat menyebabkan GBS, penelitian kami tetap menunjukkan hasil serupa bahwa tidak ada kaitannya vaksin ini dengan GBS," Kata juri bicara MHRA.
Guillain-Barre syndrome adalah suatu kelainan dimana sistem imun tubuh menyerang bagian sistem syaraf tepi (perifer). Gejala pertama kelainan ini berupa lemah serta rasa geli di kaki. Pada banyak kasus, lemahnya bagian tubuh disertai dengan gangguan yang menyebar kearah tubuh dan tangan.
Jika intensitasnya terus menguat akhirnya otot tubuh tidak bisa digerakkan sama sekali dan pasien lumpuh total. Jika otot pernafasan juga ikut lumpuh, maka akan menyebabkan kematian. Biasanya kelainan ini timbul beberapa hari atau minggu setelah pasien mengalami gejala-gejala infeksi pernafasan atau infeksi saluran cerna.(telegraph/AYB)
Badan Pengawasan Obat Inggris (MHRA), Senin (18/10) telah mengumumkan bahwa tes lebih lanjut akan masalah ini sedang dilakukan. Dalam jurnal kesehatannya, MHRA berpendapat untuk sementara menghentikan penggunaan vaksin tersebut dan belum menentukan apakah vaksin ini dapat memberikan efek buruk bagi sistem syaraf.
"Sampai saat ini kami belum bisa menentukan apakah ada hubungannya Vaksin Virus H1N1 dapat menyebabkan GBS, penelitian kami tetap menunjukkan hasil serupa bahwa tidak ada kaitannya vaksin ini dengan GBS," Kata juri bicara MHRA.
Guillain-Barre syndrome adalah suatu kelainan dimana sistem imun tubuh menyerang bagian sistem syaraf tepi (perifer). Gejala pertama kelainan ini berupa lemah serta rasa geli di kaki. Pada banyak kasus, lemahnya bagian tubuh disertai dengan gangguan yang menyebar kearah tubuh dan tangan.
Jika intensitasnya terus menguat akhirnya otot tubuh tidak bisa digerakkan sama sekali dan pasien lumpuh total. Jika otot pernafasan juga ikut lumpuh, maka akan menyebabkan kematian. Biasanya kelainan ini timbul beberapa hari atau minggu setelah pasien mengalami gejala-gejala infeksi pernafasan atau infeksi saluran cerna.(telegraph/AYB)