Liputan6.com, Gunung Kidul: Setelah seharian terombang ambing di lautan, sebanyak 81 imigran gelap asal Afghanistan dan Iran diselamatkan nelayan Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Ahad (17/10). Mereka gagal menyeberang ke Australia setelah mesin kapal mati dan bocor.
Para imigran umumnya merupakan korban perang di Afghanistan. Para imigran kelaparan. Sebagian dari mereka menangis memikirkan saudaranya yang masih belum diselamatkan. Ismail, salah satu imigran mengaku hendak ke Australia untuk mencari pekerjaan dan penghidupan yang lebih baik.
Para imigran itu kini sudah dipindahkan ke Aula Markas Kepolisian Resor Gunung Kidul setelah sebelumnya tinggal di rumah nelayan pascadiselamatkan dari laut. Petugas kini mendata para imigran ini sambil meminta mereka menunjukkan paspor yang dimilikinya.(JUM)
Para imigran umumnya merupakan korban perang di Afghanistan. Para imigran kelaparan. Sebagian dari mereka menangis memikirkan saudaranya yang masih belum diselamatkan. Ismail, salah satu imigran mengaku hendak ke Australia untuk mencari pekerjaan dan penghidupan yang lebih baik.
Para imigran itu kini sudah dipindahkan ke Aula Markas Kepolisian Resor Gunung Kidul setelah sebelumnya tinggal di rumah nelayan pascadiselamatkan dari laut. Petugas kini mendata para imigran ini sambil meminta mereka menunjukkan paspor yang dimilikinya.(JUM)