Popularitas Merosot Tajam, PM Jepang Rombak Kabinet

PM Jepang mengalami penurunan popularitas paling rendah selama berkuasa.

oleh Andreas Gerry TuwoDiterbitkan 10 Juli 2017, 16:30 WIB
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe (Muneyuki Tomari/Kyodo News via AP)

Liputan6.com, Tokyo - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengambil langkah politik baru. Dia berencana merombak kabinet dan mengganti pimpinan partai pada awal bulan depan.

Kebijakan tersebut diambil demi menyelamatkan popularitasnya yang telah menyentuh level terendah sejak kembali berkuasa 2012 lalu.

Dari survei yang dilakukan media ternama Yomiuri Shimbun, popularitas Abe hanya sekitar 36 persen. Menurun jauh dari bulan sebelumnya yang berada di angka 49 persen.

Media lain, Asahi, menyebut dukungan rakyat Jepang terhadap Abe hanya sekitar 32 persen pada bulan ini. Angka tersebut turun sekitar enam poin dari angka 38 persen pada bulan lalu.

Lebih mengejutkan lagi, 60 persen warga Jepang menyatakan tidak mendukung kabinet bentukan Abe.

Angka-angka yang tersebar di media, dijelaskan Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga begitu diperhatikan dan sudah diketahui Abe.

"Saya rasa beliau akan menerima dengan tulus hal ini sebagai suara dari rakyat," sebut Suga seperti dikutip dari Time, Senin (10/7/2017).

"Pemerintah harus mencapai lebih banyak lagi dari yang sudah dikerjakan, termasuk di antaranya membangun kembali ekonomi," sambung dia.

Suga memastikan, nama baru di kabinet Abe bukan sosok sembarangan. Pasalnya, stabilitas segala sektor di Jepang adalah tujuan utama pemerintahan.

"PM akan menyeleksi orang terbaik di setiap posisi agar kita dapat mencapai apa yang semestinya kita rengkuh," kata Suga.

Terkait reshuffle, Abe menyebut pejabat inti di kabinet dan partai tempatnya bernaung, Liberal Demokrat (LDP), akan dipertahankan.

"Saya akan me-reshuffle kepemimpinan LDP dan kabinet pada awal Agustus, ini ditujukan untuk memperbarui perasaan masyarakat kami," jelas Abe.

"Stabilitas sangat penting untuk mencapai hasil, tapi susunan inti kabinet tidak akan sering diganti," tegas Abe.

Kabar berembus, Abe tetap mempertahankan Deputi PM, Menteri Keuangan, dan Kepala Sekretaris Kabinet. Sementara, orang nomor dua di LDP, Toshihiro Nikia, juga dipertahankan.

Nama yang santer akan ditendang dari kabinet adalah Menteri Pertahanan, Tomomo Inada.

Saksikan Video Berikut:

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya