Bawa Perubahan untuk Anak Papua dengan Kompetisi Berani Mimpi

Di Desa Sapalek, Distrik Napua, Wamena, Papua, ada 180 anak usia PAUD tidak memiliki gedung PAUD.

oleh Fitri SyarifahDiterbitkan 07 Juli 2017, 17:39 WIB
Bawa Perubahan untuk Anak Papua dengan Kompetisi Berani Mimpi

Liputan6.com, Jakarta Di Desa Sapalek, Distrik Napua, Wamena, Papua, ada 180 anak usia PAUD tidak memiliki gedung PAUD. Kondisi ini membuat mereka harus menumpang belajar di kantor kepala desa dan hanya sekolah dua kali seminggu, yaitu Jumat dan Sabtu.

Menurut Tolince, salah satu guru di Sapalek, sebelum anak-anak belajar di PAUD, anak-anak di desa tersebut jarang mandi. Itu sebabnya mereka banyak yang mengalami kaskado (kudisan). 

"Melalui PAUD, kami mengajarkan mereka mengenai gaya hidup bersih sehat juga. Anak-anak pun menjadi bisa mengenal angka dan huruf melalui PAUD," katanya.

Selain ketiadaan bangunan sekolah, pendidikan di desa Sapalek juga mengalami kesulitan yang lain. Sebanyak tiga sekolah (dengan jumlah siswa sekitar 526) belum memiliki toilet. Karenanya, anak-anak masih mempraktikkan BABS (Buang Air Besar Sembarangan). Hal ini tentunya sangat membahayakan kesehatan anak-anak di sana.

Yayasan sosial, Wahana Visi Indonesia (WVI), pun berinisiatif mengadakan kompetisi galang dana #BERANIMIMPI untuk membantu anak-anak di Papua.

"#BERANIMIMPI merupakan sebuah kampanye sosial yang menggabungkan konsep crowdfunding dengan konsep voluntourism (kombinasi antara Volunteering dan Tourism)," kata Direktur Komunikasi Wahana Visi Indonesia, Priscilla Christin, melalui keterangan pers, Jumat (7/7/2017).

Priscilla mengatakan, konsep crowdfunding ini dilaksanakan melalui kompetisi galang dana online melalui portal beranimimpi.id.

Sedangkan konsep voluntourism ditawarkan sebagai hadiah bagi tiga pemenang kompetisi (yang berhasil menggalang dana terbanyak) agar mereka dapat menikmati keindahan alam Papua sekaligus merasakan indahnya berinteraksi dan berbagi cerita, pengalaman, ataupun keahlian dengan anak-anak di sana bersama salah satu ambassador #BERANIMIMPI, penyanyi Eva Celia.

Yang menarik, perjalanan voluntourism ini akan dilaksanakan pada 14 hingga 18 Agustus 2017, sehingga seluruh pemenang dan Eva Celia akan memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia bersama adik-adik dari Papua. 

Kampanye ini didukung oleh lima campaign ambassador dari berbagai profesi, yaitu penyanyi Eva Celia, aktris Chelsea Islan, model Firrina Sinatrya, penyanyi Monita Tahalea, dan travel blogger Febrian.

“Ini adalah sebuah kesempatan yang luar biasa sekali dan aku senang banget bisa bantu anak-anak di Papua, karena aku juga punya concern terhadap pendidikan di Indonesia. Mudah-mudahan, melalui kampanye WVI ini kita dapat meningkatkan pendidikan lebih baik di Papua karena anak-anak adalah generasi penerus,” ujar aktris Chelsea Islan.

Ayo daftar, kompetisi untuk anak Papua ini telah dibuka sejak hari ini hingga 7 Agustus 2017.

 

 

 

 

 

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya