Liputan6.com, London: Obat-obatan yang digunakan penderita kanker dapat digunakan untuk membantu penderita tumor ovarium. Kepastian itu diungkapkan para peneliti dari Rumah Sakit Leeds Teaching di London, Inggirs, Sselasa (12/10).
"Avasti (bevacizumab) yang selama ini menjadi andalan untuk mengobati penderita kanker terbukti dapat memperlambat perkembangan tumor ovarium," kata Tim Perren, salah seorang peneliti. "Penyakit itu telah merenggut nyawa 4.000 wanita di Inggris setiap tahunnya."
Sepeti dilasir Telegraph, wanita yang dikemoterapi avastin memiliki tambahan empat sampai enam bulan harapan hidup, dengan diblokirnya perkembangan tumor pada ovarium mereka. "Hasil penelitian ini terobosan paling sigifikan selama 20 tahun dan dapat diajukan acuan bagi pengambilan keputusan pengobatan dan juga penelitian berikutnya," jelas Perren.
Avastin adalah antibodi monoklonal untuk menghambat pertumbuhan jaringan endotel vaskular, terutama pada kanker. Avastin juga dapat merangsang pertumbuhan pembuluh darah baru, terutama pada penderita kanker dan diabetes (angiogenesis).(telegraph/SHA)
"Avasti (bevacizumab) yang selama ini menjadi andalan untuk mengobati penderita kanker terbukti dapat memperlambat perkembangan tumor ovarium," kata Tim Perren, salah seorang peneliti. "Penyakit itu telah merenggut nyawa 4.000 wanita di Inggris setiap tahunnya."
Sepeti dilasir Telegraph, wanita yang dikemoterapi avastin memiliki tambahan empat sampai enam bulan harapan hidup, dengan diblokirnya perkembangan tumor pada ovarium mereka. "Hasil penelitian ini terobosan paling sigifikan selama 20 tahun dan dapat diajukan acuan bagi pengambilan keputusan pengobatan dan juga penelitian berikutnya," jelas Perren.
Avastin adalah antibodi monoklonal untuk menghambat pertumbuhan jaringan endotel vaskular, terutama pada kanker. Avastin juga dapat merangsang pertumbuhan pembuluh darah baru, terutama pada penderita kanker dan diabetes (angiogenesis).(telegraph/SHA)