Mahasiswa Prasetya Mulya Merawat Pluralisme Lewat Pentas Deja Vu

Déjà Vu merupakan kisah yang menggambarkan perjalanan sepasang kekasih yang mengarungi waktu demi cinta dan bangsa mereka.

oleh Karmin Winarta diperbarui 14 Jun 2017, 17:44 WIB
Foto: Prasetya Mulya

Liputan6.com, Jakarta Indonesia merupakan negara yang kaya akan nilai budaya, mulai dari adat istiadat , bahasa, pakaian, lagu  hingga tarian tradisional.

Namun semua kekayaan budaya tersebut telah tergerus oleh waktu, termakan oleh kemajuan perkembangan dunia modern. Generasi muda zaman sekarang jauh lebih menyukai budaya asing untuk mengisi relung di kehidupan mereka di tengah-tengah zaman yang serba instan ini. Tak heran apabila banyak anak muda sekarang ini yang merasa tidak mengenal budaya negara sendiri.

Maka dari itu kami SANSKERTA 2017 yang dipelopori oleh mahasiswa/i Universitas Prasetiya Mulya hadir dengan visi untuk menjaga kelestarian nilai-nilai kebudayaan dan nasionalisme yang sudah pudar dari dalam diri masyarakat Indonesia, khususnya anak muda. Gerakan ini dikemas dalam bentuk seni peran, seni musik, dan seni tari yang relevan dan lebih mudah dipahami oleh kaum muda di era modern ini.

Foto: Prasetya Mulya

Tema yang diangkat oleh SANSKERTA 2017 adalah Déjà Vu: Mahalnya Persatuan. Déjà Vu merupakan kisah yang menggambarkan perjalanan sepasang kekasih yang mengarungi waktu demi cinta dan bangsa mereka.

Mereka harus memperjuangkan cinta dan bangsa mereka di tengah konflik-konflik yang bermunculan di zaman-zaman yang berbeda. Konflik tersebut terletak pada konflik keragaman yang ada pada identitas bangsa ini jauh sebelum nama ‘Indonesia’ tercipta, tentang kesalahan yang pernah ada, dan mengapa kita masih terus berada dalam isu perbedaan yang seharusnya sudah selesai sejak puluhan atau bahan ratusan tahun yang lalu.

Mengambil dua latar kejadian yang sangat bersejarah untuk Indonesia, yaitu Perang Bubat di era Majapahit dan Perang Lima Hari Lima Malam Palembang di era pascakemerdekaan Indonesia. Melalui alur cerita ini, kita akan bersama-sama belajar untuk berhenti mengulang sejarah tanpa melupakan indahnya pluralisme yang ada. Sekaligus kita akan mendapatkan pengetahuan lebih mengenai sejarah dan keragaman-keragaman budaya yang ada di Indonesia.

SANSKERTA 2017 Déjà Vu akan diselenggarakan pada,

Hari, tanggal: Sabtu, 17 juni 2017

Waktu: Show 1: 14.30-17.00 WIB

Silakan diagendakan, jangan sampai kehabisan tempat. (kw)

Tonton video menarik berikut ini:

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya