Dubes AS untuk Qatar Mundur, Gara-Gara Donald Trump?

Dubes AS di Qatar, Dana Shell, mengeluarkan pernyataan bahwa ia akan segera mengundurkan diri.

oleh Arie Mega Prastiwi diperbarui 15 Jun 2017, 11:03 WIB
Dubes Dana bersama Menhan AS dan Menlu Qatar (AFP)

Liputan6.com, Doha - Di tengah krisis Teluk yang memanas, Duta Besar Amerika Serikat untuk Qatar mengeluarkan pernyataan bahwa ia akan segera mengundurkan diri.

Dalam akun Twitternya, Dubes Dana Shell Smith menulis bahwa perannya di kementerian luar negeri akan berakhir pada akhir bulan ini. Pengumuman ini disampaikan seminggu setelah sembilan negara Teluk memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar karena menuding Doha memiliki hubungan dengan kelompok teror.

Smith telah menjadi pemimpin korps diplomatik AS di Doha selama tiga tahun. Perempuan itu ditunjuk oleh Presiden Barack Obama untuk menjadi dubes.

Dikutip dari The Independent pada Rabu (14/6/2017), normalnya seorang duta besar menjabat selama kurun waktu tiga tahun.

Departemen Luar Negeri AS mengirim email kepada koran The Hill bahwa, "peran Smith sebagai duta besar akan segera berakhir bulan ini. Dia akan meninggalkan Qatar pada beberapa hari mendatang. Ini adalah rotasi normal bagi para diplomat karier di seluruh dunia."

Sayangnya, Dubes Smith tidak memberikan indikasi apakah alasan mundurnya terkait dengan krisis Teluk atau dugaan keterlibatan pemerintah Trump dalam situasi terakhir di Timur Tengah itu.

Mesir telah lama menduga bahwa Qatar mendukung kelompok teroris Muslim Brotherhood (Ikhwanul Muslimin) yang dianggap berbahaya bagi Kairo.

Arab Saudi juga mempermasalahkan kedekatan Doha dengan Iran yang dianggap musuh pihak Riyadh.

Tujuh negara lain, yaitu Maladewa, Uni Emirat Arab, Libya, Bahrain, Yaman, Mauritius, dan Mauritania pun ikut-ikutan mengucilkan Qatar.

Iran kemudian menyalahkan Donald Trump karena melecut krisis diplomatik, yang diawali kunjungannya baru-baru ini ke Riyadh.

Menlu Rex Tillerson meminta sembilan negara "meringankan blokade terhadap Qatar" dan meminta agar Doha "responsif" terhadap kekhawatiran tetangganya mengenai dugaan pendanaan terorisme.

Namun, beberapa jam kemudian Trump memuji koalisi tersebut dan mengatakan bahwa Qatar adalah "penyandang dana terorisme pada level yang sangat tinggi".

Dubes Smith me-retweet kicauan Tillerson, tapi tidak untuk isi Twitter presiden.

Dubes Smith juga mendapat perhatian saat dia me-retweet pemecatan mantan Direktur FBI James Comey oleh Trump. Dana Smith menulis, "semakin sulit untuk melakukan pekerjaan seorang diplomat dalam menjelaskan soal demokrasi dan institusi AS pada pihak asing".

Dia juga berkicau, "Diplomat tugasnya menjaga dan menjelaskan sistem politik negara kita. Ini akan susah jika partisan dalam negeri begitu tinggi, sehingga pekerjaan dinas luar negeri bisa sangat sulit".

Sejauh ini tidak ada konfirmasi langsung dari Dubes Dana Smith terkait pengumuman kemunduran dirinya di Twitter.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya