Sejumlah tenda pengungsi Rohingya hancur akibat hantaman Topan Mora di kamp pengungsian bagi muslim Rohingya di Cox's Bazar, Bangladesh (31/5). Akibat bencana tersebut sekitar 300 orang terpaksa dievakuasi. (AFP Photo/Str)
Pengungsi Rohingya duduk di sebuah tenda yang rusak akibat dihantam Topan Mora di sebuah kamp di distrik Cox's Bazar, Bangladesh (31/5). Ribuan rumah dan tenda-tenda yang beratap jerami di kamp tersebut hancur akibat Topan Mora. (AFP Photo/Str)
Pengungsi Rohingya membangun kembali rumah mereka yang dihancurkan oleh Topan Mora di sebuah kamp di distrik Cox's Bazar (31/5). Akibat bencana tersebut sekitar 300 orang terpaksa dievakuasi. (AFP Photo/Str)
Pengungsi Rohingya duduk di dekat rumahnya setelah Topan Mora menghantam di sebuah kamp di distrik Cox's Bazar, Bangladesh (31/5). Ribuan rumah dan tenda-tenda yang beratap jerami di kamp tersebut hancur akibat Topan Mora. (AFP Photo/Str)
Pengungsi Rohingya memperbaiki atap gubuk yang rusak di sebuah kamp darurat di distrik Cox's Bazar di Bangladesh (30/5). Akibat bencana tersebut sekitar 300 orang terpaksa dievakuasi. (AFP Photo/Str)
Anak-anak pengungsi Rohingya memperbaiki atap gubuk yang rusak di sebuah kamp darurat di distrik Cox's Bazar di Bangladesh (30/5). Akibat bencana tersebut sekitar 300 orang terpaksa dievakuasi. (AFP Photo/Str)
Pengungsi Rohingya berjalan di samping gubuk di sebuah kamp darurat di distrik Cox's Bazar di Bangladesh pada tanggal 30 Mei 2017 setelah Topan Mora mendarat di wilayah tersebut. (AFP Photo/Str)