Pengoplos Bakso Celeng di Bogor Untung Rp 1 M Per Bulan

Bakso berbahan oplosan daging celeng dengan daging sapi serta ayam itu dijual seharga Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram.

oleh Achmad Sudarno diperbarui 31 Mei 2017, 07:05 WIB
Bakso celeng siap jual yang diamankan polisi. (Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Liputan6.com, Bogor - Kepolisian Resor Bogor terus mendalami kasus bakso berbahan oplosan daging babi hutan atau celeng di Pasar Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Hasil penyelidikan kepolisian, omset produksi bakso berbahan oplosan daging celeng mencapai Rp 1 miliar per bulan.

"Mereka menjual bakso celeng seharga Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu per kilogram," ungkap Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky, Bogor, Jawa Barat, Selasa 30 Mei 2017.

Andi menjelaskan ruko yang berada di Pasar Citeureup tersebut mulai memproduksi dan mengedarkan bakso daging celeng sejak empat tahun lalu.

"Menurut pengakuan tersangka sudah empat tahun lalu beroperasi, tapi tempatnya berpindah-pindah," ucap dia.

Menurut Andi pemilik usaha bakso tersebut mendapatkan pasokan daging babi hutan dari beberapa tempat seperti dari Jakarta dan Bekasi.

"Daging tidak dipasok dari pasar, pemasoknya berinisial AG asal Jakarta dan DM asal Bekasi," ujar dia.

Polisi dan Dinas Peternakan Kabupaten Bogor menggerebek ruko yang dijadikan tempat produksi bakso berbahan oplosan daging sapi dengan babi hutan di Pasar Citeureup, Kabupaten Bogor, pada Minggu 28 Mei 2017.

Polisi menyita barang bukti berupa 46 kg daging babi hutan, daging ayam 60 kg, daging ayam yang sudah dicampur daging celeng 4 kg, 1 unit penggilingan daging kasar, 1 unit penggilingan daging halus, dan 1 freezer.

Polisi juga menangkap enam orang antara lain Pranoto alias Noto pemilik usaha bakso celeng, dan keempat karyawannya yaitu Agus Isworo, Ujang, Imat, Marjianto. Kemudian Heri Setiawan, sebagai pembeli.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya