Danau Maninjau Menyusut, Aliran Setrum Digilir

Ketinggian air di Danau Maninjau dan Singkarak, Sumatra Barat, menurun. Akibatnya terjadi pemadaman listrik di wilayah Sumbar secara bergiliran.

oleh Liputan6Diterbitkan 26 Februari 2002, 02:25 WIB
Liputan6.com, Padang: Debit air Danau Maninjau dan Singkarak, Sumatra Barat, menyusut. Penurunan debit air kedua danau itu mengakibatkan turbin Pembangkit Listrik Tenaga Air Maninjau, PLTA Singkarak, dan PLTA Kotopanjang tak berfungsi maksimal. Itulah sebabnya, terhitung Sabtu pekan silam, wilayah Sumbar terjadi pemadaman listrik secara bergiliran. Hal itu diungkapkan Kepala PT Perusahaan Listrik Negara Sektor Bukit Tinggi Margo Santoso di Padang, baru-baru ini.

Menurut Margo, hanya satu dari empat turbin PLTA Maninjau yang berkapasitas 68 megawatt. Itu pun hanya bisa dioperasikan dengan kapasitas tujuh megawatt. Sementara di PLTA Singkarak juga hanya satu turbin yang bisa beroperasi dengan kapasitas 43 megawatt. Padahal, dalam keadaan normal, turbin di PLTA tersebut berkapasitas 172 megawatt.

Kondisi ini menyebabkan pemadaman setrum bergiliran sejak 23 Februari hingga 9 Maret. Margo menjelaskan, langkah ini adalah satu di antara upaya agar muka air danau dan waduk penggerak turbin itu kembali normal. Soalnya, bila ketinggian muka air tidak diatur, maka saat puncak kemarau Juni mendatang akan terjadi krisis listrik. Tentu saja, hal itu akan berdampak pemadaman setrum di seluruh Sumbar dan Riau.(ANS/Denni Risman dan Aldian)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya