PLN Dapat Tambahan Pasokan Listrik 283 MW dari Energi Baru

PLN telah melakukan penandatanganan kesepakatan jual beli listrik atau Power Purchase Agreement (PPA) untuk dua pembangkit EBT.

oleh Pebrianto Eko Wicaksono diperbarui 19 Mei 2017, 13:02 WIB
Peraturan Menteri (Permen) ESDM No. 12 Tahun 2017 membuat peluang investari Energi Baru dan Terbarukan (EBT) semakin terbuka lebar.

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN (Persero) mendapat kepastian pasokan listrik dari 39 pembangkit listrik Energi Baru Terbarukan ‎(EBT) dengan total kapasitas 283 Mega Watt (MW). Pembangkit listrik Energi Baru Terbarukan tersebut akan dibangun di wilayah Sumatera.

Direktur Bisnis Regional Sumatera Amir Rosidin mengatakan, PLN terus berupaya mempercepat penyebaran kelistrikan (rasio elektrifikasi) dengan mengalirkan listrik ke desa-desa yang belum mendapat akses listrik. Untuk mewujudkan upaya tersebut, cara yang diambil oleh PLN adalah memanfaatkan EBT yang terdapat di masing-masing wilayah.

"Untuk mencapai target rasio elektrifikasi, PLN regional Sumatera terus mendorong dan mempercepat pembangunan EBT," kata Amir, di kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat (19/5/2017).

PLN telah mendapat kepastian pasokan listrik EBT dari pengembang listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP) untuk wilayah Sumatera. Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Momorandum Of Un‎derstanding (MoU) dengan 37 IPP.

Amir melanjutkan, selain melakukan MOU, PLN juga telah melakukan penandatanganan kesepakatan jual beli listrik atau Power Purchase Agreement (PPA) untuk dua pembangkit.

Pembangkit tersebut adalah Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) di Muara Enim Sumatera Selatan dengan kapasitas 9 Mega Watt (MW) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTM) di Muara Enim Sumatera Selatan berkapasitas 9‎ MW.

Dengan begitu, maka PLN mendapat kepastian pasokan dari 37 pembangkit lis‎trik yang menggunakan EBT. Pembangkit tersebut terdiri dari PLTM 150 MW, PLT Biomass 55 MW, PLTBg 71 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 7 MW.

Pembangunan pembangkit tersebut ditargetkan akan selesai dalam kurun waktu 18 sampai 24 bulan ke  depan. Dengan selesainya semua pembangunan pembangkit tersebut maka dapat meningkatkan porsi penggunaan EBT menjadi 23 persen pada 2025.

"Saat ini pembangkit EBT di regional Sumatera telah mencapai 1506 MW atau 18 persen dari kapasitas pembangkit terpasang," ‎tutup Amir. (Pew/Gdn)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya