KOLOM: Ancelotti Tak Lagi Sakti

Ancelotti tidak lagi menunjukkan kehebatannya saat menangani Munchen.

oleh Liputan6Diterbitkan 28 April 2017, 08:00 WIB
Kolom Bola Asep Ginanjar (Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta - Mimpi, cita-cita, dan harapan haruslah digantungkan setinggi langit. Namun, pada akhirnya, manusia hanya bisa berencana, bercita-cita, dan tentu saja mengusahakannya. Soal hasil, sepenuhnya berada di tangan Tuhan. Tak selalu usaha keras untuk mencapai cita-cita tinggi dikabulkan oleh-Nya. Pengabulan harapan sepenuhnya merupakan hak prerogatif Tuhan.

Saat Carlo Ancelotti datang sebagai pelatih baru, para fans Bayern Munchen dibuai asa setinggi angkasa. Bukan hanya juara di Jerman, Bayern akan kembali juara di Eropa. Itu karena Ancelotti adalah sosok luar biasa. Dia pria sakti yang penuh magis. Dia juara di Italia, Inggris, dan Prancis. Dia juga tiga kali juara Liga Champions. Dialah yang menuntaskan penantian panjang Real Madrid untuk merengkuh La Decima pada 2013-14.

Pekan lalu, Tuhan ternyata tak merestui keinginan para fans Bayern. Di Santiago Bernabeu, Die Roten harus mengubur mimpi. Kekalahan 2-4 dari sang tuan rumah, Madrid, dalam laga yang berlangsung hingga perpanjangan waktu memastikan mereka gagal melangkah ke semifinal Liga Champions. Secara total, Bayern kalah 3-6 karena pada leg I pun takluk 1-2 di kandang sendiri.

Itu tamparan keras bagi fans Bayern yang sangat berharap Ancelotti membawa peruntungan lebih baik dibanding Pep Guardiola yang selama tiga musim hanya membawa Die Roten ke semifinal. Ternyata, maestro asal Italia itu malah lebih buruk. Untuk kali pertama sejak 2011-12, Bayern tak finis di 4-besar Liga Champions.

Carlo Ancelotti (AFP/Odd Andersen)

Kamis (27/04/2017) WIB, impian lain terkubur. Di Allianz Arena, Bayern takluk 2-3 dari Borussia Dortmund. Itu membuat harapan mempertahankan trofi DFB Pokal kandas. Demikian pula dengan keinginan mempertahankan double winners. Secara khusus, itu juga memupus asa kapten Philipp Lahm menutup karier dengan mengangkat trofi di Olympiastadion Berlin.

Memang selalu ada dalih dan alasan. Saat tersingkir di Liga Champions, putusan-putusan wasit Viktor Kassai adalah alasan yang paling mengemuka. Di Allianz Arena, giliran Fortuna yang dikambinghitamkan. Ancelotti dan Lahm menilai Bayern kurang beruntung karena begitu banyak peluang yang gagal dimanfaatkan menjadi gol.

Para pemain Bayern Munchen merayakan gol ke gawang Borussia Dortmund pada semifinal DFB Pokal di Allianz Arena, Munchen, Rabu (26/4/2017). (AFP/Gunter Schiffmann)

Lanjut Baca:

Apa pun itu, hasil akhir tetaplah hal utama. Kegagalan berprestasi di Liga Champions dan DFB Pokal adalah noktah merah. Seperti kata Lothar Matthaeus, salah satu legenda Bayern, hanya juara Bundesliga tidaklah istimewa. Itu bahkan termasuk biasa saja. Untuk disebut menjalani musim yang baik, kata Matthaeus, Bayern setidaknya harus double winners.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya