5 Alasan Mengapa Real Madrid Hancur di El Clasico

Real Madrid dikalahkan Barcelona 2-3 meski sempat memimpin.

oleh Liputan6Diterbitkan 26 April 2017, 06:48 WIB
Pemain Real Madrid tidak mampu menghentikan bintang Barcelona, Lionel Messi, pada el clasico di Estadio Santiago Bernabeu, Senin (24/4/2017) dinihari WIB. (AFP/Pierre-Philippe Marcou)

Liputan6.com, Madrid - Dalam el clasico di Estadio Santiago Bernabeu, Senin (24/4/2017) dinihari WIB, Real Madrid sebenarnya mampu memimpin terlebih dahulu dari Barcelona. Adalah Casemiro yang membawa tuan rumah memimpin.

Namun, Barcelona mampu membalas melalui Lionel Messi. Real Madrid justru kemudian balik tertinggal akibat ulah Ivan Rakitic.

Tuan rumah kemudian makin tertekan setelah kapten Sergio Ramos mendapat kartu merah. Dia diusir karena tekel keras terhadap Messi.

Kendati kekurangan jumlah pemain, Los Blancos bisa membuat gol penyama melalui James Rodriguez. Akan tetapi, Messi menjadi pembeda dengan gol kemenangan yang diciptakan pada injury time.

Dengan hasil ini, El Barca menggusur rivalnya itu untuk menduduki puncak klasemen dengan perolehan 75 poin dalam 33 pertandingan. Real Madrid di posisi kedua dengan angka yang sama dan memiliki tabungan satu laga.

Ada lima alasan mengapa Real Madrid begitu hancur dan terluka dalam el clasico itu. Apa saja? Berikut daftarnya dikutip Sportskeeda:


Kondisi Tim

Winger Real Madrid Gareth Bale terkena cedera betis pada el clasico melawan Barcelona di Estadio Santiago Bernabeu, Senin (24/4/2017) dinihari WIB. (AP Photo/Daniel Ochoa de Olza)

Sejak awal kinerja Madrid sudah diragukan. Gareth Bale yang tidak benar-benar fit justru masuk tim utama. Dalam kondisi tidak 100 persen, dia pun hanya melakukan 19 sentuhan selama 39 menit di lapangan.

Dari seluruh pemain, hanya Isco yasng dibilang stabil. Pemain Spanyol itu tampil fantastis akhir-akhir ini dan telah menghasilkan beberapa hasil gemilang.

Isco dengan kecepatan dan tipuannya bisa mengancam pertahanan Barcelona yang rapuh. Namun, dia justru dicadangkan.


Kartu Merah Sergio Ramos

Ivan Rakitic mencetak gol pada menit ke-72 dengan membawa Barcelona unggul 2-1. Lima menit kemudian, Sergio Ramos malah melakukan tekel berbahaya kepada Lionel Messi dan mendapat kartu merah untuk pelanggaran tersebut.

Bek Real Madrid Sergio Ramos menerima kartu merah. (EPA/Kiko Huesca)

Ini bukan kali pertama kapten Real Madrid itu diganjar kartu merah di Clasico. April lalu di Camp Nou, dia juga diusir karena pelanggaran serupa.

Kartu merah Ramos meninggalkan celah Madrid di belakang, dan membuat mereka rentan terhadap serangan balik Barcelona. Hingga akhirnya membawa pada gol Messi yang menentukan pada menit ke-92.


Mateo Kovacic

Gelandang Real Madrid Mateo Kovacic berusaha menghentikan striker Barcelona Lionel Messi. (AP Photo/Daniel Ochoa de Olza)

Lanjut Baca:

Real Madrid bermain dengan gaya sepak bola gung-ho, di mana bahkan gelandang bertahan dan bek sayap bermain tinggi ke atas untuk menyerang. Dengan laga berjalan 1-1, Zidane memilih untuk memasukkan Mateo Kovacic untuk gantikan Casemiro.Kovacic bukan gelandang bertahan dan tidak bisa berperan seperti itu. Casemiro sendiri beruntung bisa bertahan hingga menit ke-70, setelah beberapa tekel sembrono pada Messi yang tidak dihukum sesaat sebelum jeda.Mantan gelandang Inter itu belum benar-benar sukses di Madrid, dan hampir tidak membantu Luka Modric melakukan kontrol apapun di lini tengah. Tidak akan mengejutkan jika Madrid melepaskan gelandang Kroasia itu, dan menemukan seorang gelandang yang bisa melakukan kontrol selama pertandingan besar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya