Ada Scholes dalam Sesal Zidane

Legenda sepakbola Real Madrid dan Prancis Zinedine Zidane menyesali takdirnya yang tak kunjung diberi kesempatan bermain bersama-sama gelandang Manchester United Paul Scholes.

oleh Liputan6Diterbitkan 22 Agustus 2010, 13:15 WIB
Liputan6.com, Paris: Pelatih Timnas Inggris Fabio Capello disebut-sebut bakal kembali membujuk gelandang veteran Manchester United, Paul Scholes, untuk kembali bermain mengenakan kostum timnas. Sebelum Piala Dunia (PD) 2010 lalu, Scholes—pensiun dari kancah internasional pada Agustus 2004 menyusul terpuruknya Inggris di perempat final Euro 2004—menampik tawaran tersebut. 

Langkah Capello—sama seperti yang dilakukan pendahulunya, Sven-Goran Eriksson dan Steve McClaren—dimaklumi legenda hidup Real Madrid dan Timnas Prancis, Zinedine Zidane. Dalam benak Zidane, Scholes adalah salah satu pemain terbaik yang pernah dilahirkan di Inggris.

Lebih jauh, Zidane yang sempat memuji jika Scholes adalah “gelandang terbaik di generasinya”, menilai jika saat ini Scholes yang telah berusia 35 tahun tetap menjadi pemain dengan kelas tersendiri. “Adalah wajar jika seorang pelatih timnas ingin merekrut para pemain terbaik. Tidak usah diragukan lagi jika Paul adalah pemain dengan kelas tersendiri.”

Karenanya, Zidane sangat menyesal jika dalam sepanjang kariernya berkiprah di lapangan hijau ia tidak diberikan kesempatan bermain bersama Scholes. “Ia nyaris tidak dapat dihentikan. Saya tidak pernah bosan menyaksikan aksinya di lapangan hijau. Jarang Anda melihat seorang pesepakbola komplet. Scholes, hampir termasuk ke dalam kategori seperti itu. Makanya, saya menyesal di sepanjang karier saya tidak mempunyai kesempatan untuk bermain bersamanya,” aku Zidane.

Di mata publik, utamanya fans Les Bleus dan Los Blancos, Zidane merupakan gelandang terbaik dalam 20 tahun terakhir. Dibandingkan dengan Scholes, Zidane unggul dalam soal fisik. Namun, Zidane mengaku jika Scholes mempunyai skill yang sederajat. 

“Ia adalah tipikal pemain yang Anda inginkan berada dalam tim Anda. Sebab, jika jadi lawan, ia benar-benar membahayakan. Ia pemain dengan karunia luar biasa. Ia mampu membuat pertandingan menjadi enak ditonton. Pasalnya, ia memang pesepakbola dengan kualitas alami,” puji Zidane.(MEG/NewsoftheWorld)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya