Liputan6.com, Jakarta - Wayne Rooney merupakan salah satu pemain muda terbaik dalam sejarah Liga Inggris. Dia didatangkan Manchester United (MU) dari Everton pada Agustus 2004 dengan mahar 25 juta pounds atau senilai dengan Rp 485 miliar.
Manajer MU ketika itu, Sir Alex Ferguson tertarik merekrut bocah yang lahir di pinggiran kota Liverpool tersebut. Saat didatangkan ke Stadion Old Trafford, Rooney masih berusia 18 tahun.
Meski masih belia, Ferguson sering menurunkannya sebagai pemain inti Setan Merah (julukan MU). Kepercayaan Ferguson dibalas dengan manis oleh Wazza, sapaan akrab Rooney, dia berhasil mencetak 11 gol dari 29 penampilan pada musim pertamanya di Liga Inggris bersama MU.
Nama Rooney mulai meroket di Old Trafford pada 28 September 2004. Dia melakukan debut untuk Setan Merah saat menghadapi Fenerbahce di ajang Liga Champions. Pria yang kini berusia 28 tahun itu mencetak tiga gol, atau hattrick ke gawang Fenerbahce. Rooney membuat Setan Merah menang telak 6-2.
Berbanding terbalik dengan Rooney, ada lima pemain muda yang kariernya meredup di Liga Inggris. Siapa saja mereka? Simak di halaman selanjutnya.
Advertisement
Federico Macheda
Federico Macheda berhasil menembus skuat utama Setan Merah (sebutan MU) pada 2008. Dia pemain muda yang tampil sangat impresif di awal kariernya bersama MU.
Pada April 2009, saat usianya masih 17 tahun, dia mendapat kesempatan bermain sebagai pemain pengganti dalam dua laga bersama tim besutan Sir Alex Ferguson. Macheda berhasil mencetak gol di laga melawan Aston Villa dan Sunderland.
Namun, sihir striker asal Italia itu tidak berlanjut. Macheda malah kesulitan menemukan sinarnya di Old Trafford Stadium. Pada 2011, atas saran Ferguson, dia setuju bermain di Liga Italia bersama Sampdoria sebagai pemain pinjaman.
"Sir Alex Ferguson memberitahu saya bahwa menerima pinjaman tidaklah buruk karena itu bisa membantu Anda tetap fit di musim berikutnya,” ujarnya kepada The Sun.
Tapi, Macheda akhirnya menyadari kalau hal itu malah memperburuk kariernya di Old Trafford. Macheda angkat kaki dari MU pada 2014. "Saya tidak tahu mengapa saya pergi ke Italia. Itu adalah kesalahan terbesar dalam karier saya. Saya harusnya bertahan di Inggris."
"Saya memang ingin bermain di Serie A. Tim itu (Sampdoria) merupakan klub yang tidak terlalu hebat dan saya kerap keluar masuk dalam tim," ujar Macheda mengakhiri.