Sampah Untuk Hidup

Sejak pagi dini hari Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, telah ramai.

oleh Liputan6 diperbarui 15 Apr 2017, 08:08 WIB
20170414-STORY SAMPAH UNTUK HIDUP-Tallo
Sejak pagi dini hari Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, telah ramai.
Sejak pagi dini hari Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, telah ramai. Sejumlah alat berat terlihat di oprasikan untuk mengatur sampah - sampah yang datang. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Aroma yang tak sedap menusuk hidung dari setiap penjuru Bantar Gebang yang merupakan tempat pengolahan sampah terbesar di Indonesia tersebut. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Setiap harinya, sekitar 7.000 ton sampah dari seluruh wilayah Jakarta dibuang di sini. Dan setengah dari 105.019 jiwa yang tinggal di lingkungan Bantar Gebang berprofesi sebagai pemulung. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Berbekal karung plastik yang telah dimodifikasi untuk dapat menampung sampah lebih banyak, para pemulung berjuang di antara tumpukan sampah. Tak lupa perlengkapan lainnya seperti kail dan sepatu butut setia melindungi kaki. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Selama 24 jam, puluhan hingga ratusan pemulung mengais nafkah dan hidup dari sampah buangan penduduk. Kendati tidak diakui pemerintah lokal, keberadaan mereka tidak diusik. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Perkampungan pemulung hanya berjarak 200 meter dari bukit sampah. Di sanalah para pemulung itu bertahan hidup dan mengais nafkah dari sampah buangan penduduk. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Mereka rata-rata tinggal di gubuk berukuran 1x4 meter, berdinding triplek lapuk, beralas dan beratap terpal. Jika hujan turun tak hanya bocor, banjir pun dialami di pemukiman pemulung tersebut. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Jika ditanya apa mereka ingin hidup yang lebih baik, ya tentu. Tapi untuk saat ini, mereka menikmati hidup di Bantar Gebang. Bau busuk dan pencemaran udara akibat gas metana yang dihasilkan sudah menjadi hal biasa bagi mereka. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Kendati belum ada solusi, Pemda DKI Jakarta melalui dinas kebersihan melakukan pemberian dan kompensasi masyarakat di TPST Bantar Gebang sebesar Rp 500.000 per tiga bulan dan pemberian pelayanan BPJS kepada 6000 pemulung. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya